Migrain seringkali disebabkan oleh syaraf yang membesar dan membuat aliran darah ke otak menjadi semakin besar. Peradangan berujung pada membesarnya arteri yang membuat kepala terasa nyeri. Biasanya migrain akan disertai dengan mual dan photophobia.
Dr Praveen Gupta, seorang konsultan dan neurologis dari Artemis Health Institute, Gurgaon memberikan Anda 12 hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat terkena migrain, berikut ini.
1. Pasien yang sudah terdiagnosa terkena migrain harus tetap mengonsumsi obat yang disarankan oleh dokter.
2. Pasien migrain harus menghindari terkena perubahan suhu drastis yang sering terjadi dengan cepat.
3. Jangan lakukan perawatan alternatif di rumah.
4. Migrain bisa jadi sangat fatal, jadi segera hubungi dokter untuk memeriksakan diri. Jangan coba obati migrain sendiri.
5. Anda boleh melakukan yoga, meditasi, dan jalan-jalan pagi untuk membuat tubuh tetap sehat dan mencegah migrain untuk kambuh.
6. Pola hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan migrain, misalkan melewatkan makan atau tidak makan tepat waktu. Kurangi kebiasaan buruk ini.
7. Pastikan Anda tidur cukup, selama enam hingga delapan jam sehari.
8. Hindari bau-bauan yang terlalu kuat, seperti bau parfum yang menyengat.
9. Stres bisa jadi faktor utama penyebab stres, jadi sebisa mungkin hindari merasa terlalu depresi atau hal-hal yang bisa memicu stres.
10. Hindari sinar matahari secara langsung. Gunakan kacamata hitam atau payung saat keluar rumah.
11. Hindari penggunaan analgesik dalam waktu yang lama.
12. Paracetamol dan aspirin bisa meredakan migrain, namun ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah umur 16 tahun. Konsumsi aspirin secepatnya, setelah Anda merasakan gejala migrain mulai menyerang. Tindakan cepat ini bisa mengurangi efek migrain atau menghentikannya sebelum benar-benar parah.
Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan jika Anda memiliki penyakit migrain atau sedang terkena migrain.
