Benarkah tes darah mampu deteksi Alzheimer?

Peneliti menemukan cara mendeteksi alzheimer melalui tes darah. Benarkah? Temukan jawabannya di sini.

Kun Sila Ananda
Oleh Kun Sila Ananda - Reporter
Benarkah tes darah mampu deteksi Alzheimer?
Ilustrasi tes darah. ©Shutterstock.com/Alexander Raths

Setelah mampu dideteksi melalui obat pendeteksi zat amyloid bernama Amyvid, kini ilmuwan menemukan cara terbaru untuk mendeteksi Alzheimer. Berdasarkan peneliti di Emory University, tes darah saat ini telah bisa digunakan untuk mendeteksi Alzheimer.

"Ketepatan dan kegagalan telah menjadi tantangan terbesar dalam bidang ini. Namun penelitian kami menunjukkan bahwa kami bisa menemukan hasil yang konsisten," kata William Hu, asisten profesor di Emory University School of Medicine yang memimpin penelitian.

Hu dan rekan kerjanya di University of Pennsylvania dan Washington University, St Louis, mengukur tingkat dari 190 protein dalam darah 600 partisipan dalam penelitian ini.

Para partisipan adalah orang yang sehat dan orang yang telah didiagnosis memiliki penyakit Alzheimer atau gangguan kognitif ringan (MCI).

Biasanya Alzheimer baru dapat diketahui melalui gejala klinis, seperti pemindaian otak PET yang biasanya mahal, atau analisis tulang belakang yang menyakitkan.

"Meski pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit Alzheimer masih belum siap dilaksanakan dengan teknologi yang ada sekarang, kami telah mencari cara agar tes ini bisa segera dilakukan," kata Hu seperti dilansir oleh Health Me Up (13/08).

"Sementara itu, kombinasi pemeriksaan klinis dan analisis cairan otak adalah cara paling aman dan baik untuk mendiagnosis gejala awal Alzheimer," tambahnya.

Rekomendasi