Diet tinggi karbohidrat tingkatkan risiko penurunan ingatan yang mengacu pada demensia dan Alzheimer empat kali lebih besar pada manula, ungkap sebuah penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic Amerika menemukan bahwa risiko ini sama besarnya dengan diet yang tinggi gula. Sementara itu, protein dan lemak tampaknya justru memberikan perlindungan. Manula yang mengonsumsi banyak protein dan lemak diketahui jarang terkena penyakit otak.
Tampaknya, diet tinggi karbohidrat menyebabkan bertambahnya plak amiloid beta pada otak. Amiloid beta adalah protein yang ada pada otak penderita Alzheimer, seperti dilansir oleh Health Me Up (23/10).
Penyakit otak yang mudah menyerang manula dengan diet tinggi karbohidrat adalah mild cognitive impairment (MCI). Penyakit ini membuat penderitanya kehilangan ingatan mengenai dirinya dan orang di sekitar mereka. Meski mirip dengan demensia, penyakit ini seringkali tak memperlihatkan gejala.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 10 - 15 persen kasus MCI pada penderita akan berkembang menjadi demensia jika tidak ditindaklanjuti.
Untuk itulah sangat penting untuk menemukan MCI pada tahap awal, sehingga pasien segera ditangani dan tidak berkembang menjadi demensia. Lebih baik lagi jika kita mencegah terjadi MCI dengan menjaga makanan yang kita konsumsi setiap harinya.
Penelitian ini dilakukan Mayo Clinic pada 1.230 orang berusia antara 70 - 89 tahun dengan menelusuri makanan yang mereka konsumsi setahun sebelumnya.
Hasil akhirnya adalah bahwa diet kaya karbohidrat dan gula meningkatkan risiko terkena MCI, sementara manula yang mengonsumsi protein dan lemak, memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit penurunan memori.
