Orang yang merasa kesepian memiliki risiko terkena Alzheimer dua kali lipat lebih tinggi, ungkap penelitian. Hal ini berlaku bahkan jika orang tersebut memiliki banyak teman.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang terisolasi secara sosial atau tak punya banyak teman memiliki risiko demensia yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan oleh amsterdam Study of the Elderly pada 2.000 pasien.
Di antara orang yang tinggal sendirian, hampir satu dari 10 orang menderita demensia setelah tiga tahun, dibandingkan hanya satu dari 20 orang yang tinggal dengan banyak orang.
Namun penelitian ini juga melihat bahwa pada orang yang merasa kesepian risiko demensia meningkat hingga dua kali lipat, yaitu 13,4 persen dibandingkan dengan 5,7 persen pada pasien yang mengaku kesepian.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa perasaan kesepian memiliki andil dalam risiko demensia di kehidupan mendatang," ungkap penelitian. "Uniknya, hal ini berkaitan dengan perasaan kesepian, dan bukan kesendirian. Seseorang bisa merasa kesepian meski dikelilingi oleh teman-temannya."
Kabar baiknya, penyakit ini masih bisa dicegah. Jessica Smith dari Alzheimer Society mengatakan bahwa risiko Alzheimer masih bisa dikurangi dengan olahraga, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan tidak merokok.
Menangkal rasa kesepian dan lebih sering membangun hubungan dengan orang lain secara psikologis juga bisa dilakukan untuk menghindari tingginya risiko penyakit Alzheimer yang menyerang otak ini.
