Hingga saat ini, peneliti terus mencari tahu cara terbaik untuk menyembuhkan penyakit otak Alzheimer. Kali ini, mereka menggunakan perangkat semacam alat pemicu jantung yang akan ditanamkan dalam otak pasien Alzheimer.
"Kegagalan dalam uji coba menggunakan obat-obatan memaksa kita untuk mencari alternatif lainnya," ungkap peneliti Dr Paul B Rosenberg, seperti dilansir oleh Huffington Post (12/12).
"Namun ini adalah pendekatan yang berbeda. Kami akan mencoba meningkatkan fungsi otak dengan cara yang sakat mekanis," tambah profesor psikiatri dari Johns Hopkins University School of Medicine ini.
Dalam percobaan tersebut, peneliti akan meletakkan perangkat dalam otak. Perangkat tersebut bekerja dengan mengirimkan muatan listrik tegangan rendah pada otak.
Untuk penelitian ini setidaknya akan ada 40 pasien Alzheimer yang diberikan implan dalam otak mereka. Perangkat pada beberapa kelompok akan diaktifkan dua minggu setelah dipasang. Sementara kelompok lainnya baru diaktifkan dua tahun setelahnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui efek penanaman implan secara awal atau lambat.
Sebelumnya sebuah penelitian telah dilakukan dengan menanamkan implan pada enam orang pasien Alzheimer. Hasilnya, peneliti mengetahui bahwa kadar glukosa meningkat. Sementara penyakit Alzheimer terkait dengan penurunan kadar metabolisme glukosa.
Percobaan pada pasien Parkinson, dengan metode serupa, juga menunjukkan adanya pengaruh positif. Implan mampu mengurangi getaran pasien dan menurunkan dosis obat mereka.
