Autisme lebih sulit terdeteksi pada anak perempuan

Dibanding anak laki-laki, anak perempuan lebih ahli menutupi gejala autisme yang mereka miliki.

Kun Sila Ananda
Oleh Kun Sila Ananda - Reporter
Autisme lebih sulit terdeteksi pada anak perempuan
Ilustrasi autisme. ©Shutterstock.com/wavebreakmedia

Selama ini peneliti percaya bahwa anak laki-laki lebih rentan terkena autisme dibanding anak perempuan. Data menunjukkan bahwa anak laki-laki berkemungkinan memiliki autisme sembilan kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan. Para ahli berpendapat hal ini disebabkan oleh perbedaan genetik.Padahal bukan itu penyebabnya. Data terbaru yang ditemukan peneliti mengungkap bahwa ribuan anak perempuan yang memiliki autisme bisa jadi terlambat terdiagnosis karena anak perempuan bisa menutupi gejala autisme lebih baik daripada anak laki-laki.Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati 3.666 anak berusia 13 hingga 14 tahun. Mereka menemukan bahwa anak perempuan yang berkemungkinan memiliki autisme bisa menutupi beberapa gejala seperti mengerti ekspresi dan memahami emosi orang lain saat sedang senang, marah, atau sedih.Beberapa orang yang memiliki autisme merasa kesulitan membedakan emosi yang dialami orang lain. Karena itu mereka seringkali tak memahami ketika ada orang yang marah atau sedih di sekitar mereka. Namun Dr Kothari percaya bahwa anak perempuan belajar mengenai emosi wajah orang lain. Karenanya, mereka bisa melewati tes autisme dengan baik meskipun sebenarnya mereka memiliki kecenderungan autis."Selama ini penelitian lebih fokus pada gejala autisme pada anak laki-laki. Hasil penelitian ini akan membantu kami melakukan diagnosis lebih baik pada anak perempuan," ungkap Caroline Hattersley dari National Autistic Society, seperti dilansir oleh Daily Mail (14/11).Meski begitu, usaha untuk menutupi gejala autisme ini bisa membuat anak perempuan mengalami stres dan depresi ke depannya. Mereka bisa saja mengalami masalah makan, depresi, dan rasa cemas berkepanjangan.

Rekomendasi