Jenis Makanan yang Dikonsumsi Seseorang Bisa Tentukan Risiko Demensia

Makanan sehat telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh termasuk otak. Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa bukan hanya jenis makanan ketika sendiri saja namun juga jenis makanan yang dikonsumsi bersama bisa berhubungan dengan risiko demensia.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Jenis Makanan yang Dikonsumsi Seseorang Bisa Tentukan Risiko Demensia
Ilustrasi makan makanan sehat. ©2018 Merdeka.com/Pexels

Makanan sehat telah lama diketahui memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh termasuk otak. Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa bukan hanya jenis makanan ketika sendiri saja namun juga jenis makanan yang dikonsumsi bersama bisa berhubungan dengan risiko demensia.

Dilansir dari Medical Xpress, hal ini diketahui berdasar penelitian tebaru pada jurnal Neurology. Diketahui bahwa seseorang dengan pola diet yang dipenuhi daging olahan, makanan bertepung seperti kentang, serta cemilan seperti cookies dan cake lebih rentan mengalami demensia dibanding yang konsumsi makanan sehat.

Cécilia Samieri, Ph.D., dari University of Bordeaux Perancis mengungkap bahwa bagaimana hubungan antar makanan bisa berdampak pada kesehatan otak. Sebelumnya, sejumlah penelitian mengungkap bahwa makanan sehat bisa menurunkan risiko demensia.

"Penelitian kami satu langkah lebih jauh dengan melihathubungan makanan dan menemukan perbedaan penting bagaimana jenis makanan tertentu dikonsumsi bersama berdampak pada seseorang yang mengalami demensia dan pada mereka yang tidak," terang Samieri.

Penelitian ini melibatkan 209 orang dengan usia rata-rata 78 tahun. Selain itu terdapat juga 418 orang dengan usia, jenis kelamin, serta jenjang pendidikan yang sama dan tidak memiliki demensia.

Penelitian menemukan bahwa walau terdapat sedikit perbedaan mengenai jumlah makanan individual yang dikonsumsi seseorang. Sebagaian besar makanan berbeda bisa memiliki dampak yang tak sama pada seseorang yang mengalami demensia dan pada yang tidak memilikinya.

"Daging olahan merupakan 'pusat' pada jaringan makanan pada orang-orang dengan demensia," terang Samieri.

"Seseorang yang memiliki demensia cenderung untuk menggabungkan daging olahan seperti sosis dengan makanan bertepung seperti kentang, alkohol, serta kudapan seperti cookies dan cake," sambungnya.

Lebih lanjut, seseorang yang tidak memiliki demensia cederung memiliki makanan yang lebih beragam. Mereka mengonsumsi sejumlah makanan sehat seperti sayur, buah, makanan laut, unggas, serta daging.

"Kami menemukan bahwa lebih beragam makanan, serta lebih banyaknya makanan sehat berhubungan dengan lebih sedikit demensia," terang Samieri.

Samieri bahkan menyebut bahwa faktor risiko demensia ini sudah bisa diketahui beberapa sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan melihat pola makan seseorang beberapa tahun sebelumnya.

Rekomendasi