Pelatih atau manajer dalam sebuah klub menjadi faktor penting untuk melihat seberapa berkualitasnya tim tersebut. Dalam sepak bola, baik buruknya klub ditentukan dengan bagaimana kepintaran pelatih meracik strategi.Sebelum memutuskan untuk menjadi pelatih sepakbola, rata-rata mereka lebih dulu terjun sebagai pemain. Hal ini untuk mengetahui kondisi permainan di lapangan dan memahami anak didiknya nanti saat menukangi sebuah klub. Pengalaman sebagai pemain merupakan bekal yang cukup berarti.Akan tetapi beberapa di antara mereka yang justru tidak piawai bermain bola. Memang ada juga yang menjadi pemain namun sama sekali tidak terkenal dan reputasinya sebagai pemain sepakbola dianggap buruk. Namun saat melatih, mereka justru lebih jago ketimbang memainkan bola di lapangan.Berikut ini adalah 5 pelatih sukses yang tanpa bakat bermain sepakbola. Ingin tahu siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini:
Advertisement
Arsene Wenger
Pria yang kini melatih klub besar asal Inggris, Arsenal, dulunya ternyata adalah pemain sepakbola. Akan tetapi tidak ada yang istimewa dari permainannya. Arsene Wenger hanya berkarir di klub-klub amatir di Prancis. Namun kegagalannya sebagai pemain sepakbola tidak membuatnya patah semangat. Dia justru selalu ingin belajar terus.Pada tahun 1981, Wenger telah resmi memiliki gelar diploma kepelatihan. Tiga tahun berselang, pria Prancis ini dipercaya untuk melatih Nancy di tahun yang sama. Dari situlah catatan apik Wenger bermula, selanjutnya dia sudah berhasil membuat prestasi individu yang ciamik. Berikut rincian prestasi Wenger.AS Monaco:
Juara Ligue 1: 1987-88
Coupe de France: 1990-91Nagoya Grampus:
Juara Piala Emperor: 1995
Juara Piala Super Jepang: 1996Arsenal:
Premier League: 1997-98, 2001-02, 2003-04
FA Cup: 1997-98, 2001-02, 2002-03, 2004-05
FA Community Shield: 1998, 1999, 2002, 2004
Advertisement
Gerard Houllier
Pria bernama Gerard Houllier ini merupakan salah satu dari sederet pelatih yang tidak memiliki bakat bermain bola. Dia dulunya adalah tenaga pengajar. Tak hanya sebagai guru, bahkan pria ini pernah menjadi seorang kepala sekolah di suatu instansi pendidikan di Prancis.Akan tetapi, jiwanya menolak untuk menjadi guru dan lebih memilih untuk menukangi sebuah tim sepak bola. Di usianya yang masih muda kala itu, yakni 26 tahun, Houllier memutuskan untuk menjadi Pelatih sepakbola dengan klub pertamanya ialah AC Le Touquet.Berikut ini adalah rentetan prestasi Houllier:PSG:
Ligue 1: 1985–86Liverpool:
FA Cup: 2000–01
League Cup: 2000–01, 2002–03
FA Community Shield: 2001
UEFA Cup: 2000–01
UEFA Super Cup: 2001
Advertisement
Arrigo Sacchi
Nama pelatih asal Italia ini mencuat kala berhasil membawa klub AC Milan menjadi tim sepakbola yang mendunia. Sama halnya dengan Arsene Wenger, Sacchi dulunya sekadar pemain yang berkarir diklub sepakbola amatir Italia, sekelas Fusignano CF dan Bellaria.Yang unik adalah, Sacchi bahkan pernah bekerja sebagai penjual sepatu sebelum memutuskan untuk menjadi pelatih sepakbola. Deretan prestasinya pun cukup mentereng.Prestasi:AC Milan
Serie A : 1987-88
Supercoppa Italiana: 1988
European Cup: 1988–89, 1989–90
European Supercup: 1989, 1990
Intercontinental Cup: 1989, 1990
Advertisement
Andre Villas-Boas
Pelatih asal Portugal ini malah tidak pernah bermain sepakbola sama sekali sebelum menjadi Pelatih profesional. Akan tetapi kemampuannya untuk meracik strategi sebuah klub cukup lumayan.Hal tersebut didapatkan dari seseorang yang paling penting baginya, yaitu Jose Mourinho. Villas-Boas pernah menjadi asisten pelatih dari orang yang kini menukangi Chesea tersebut. Pelatih muda ini akhirnya mencuat setelah berhasil membawa Porto menjuarai tiga gelar sekaligus di tahun 2010.Prestasi:Porto:
Primeira Liga: 2010–11
Piala Portugal: 2010–11
UEFA Europa League: 2010–11
Advertisement
Jose Mourinho
Inilah pelatih top yang kurang beruntung dalam karir sepakbola tetapi mendapatkan banyak gelar sebagai Pelatih Sepakbola. Adalah Jose Mourinho, pelatih yang banyak kontroversi dalam karirnya menjadi pelatih di berbagai klub.Dulu, Mou sempat memperkuat klub-klub Portugal tetapi karena keterbatasan fisiknmya, Mourinho memutuskan untuk berkonsentrasi sebagai Pelatih.Awal karirnya menjadi pelatih adalah kala menjadi asisten manajer dari? Sir Bobby Robson saat melatih Sporting CP dan Porto. Selain Bobby Robson, Mourinho juga pernah menjadi Asisten Pelatih dari Louis Van Gaal saat melatih Barcelona. Prestasi yang didapatkan dari Jose Mourinho pun juga tidak sedikit.Prestasi:Porto:
Primeira Liga: 2002–03, 2003–04
Piala Portugal: 2002–03
UEFA Champions League: 2003–04
UEFA Cup: 2002–03Chelsea:
Premier League: 2004–05, 2005–06
FA Cup: 2006–07
Football League Cup: 2004–05, 2006–07
FA Community Shield: 2005Internazionale:
Serie A: 2008–09, 2009–10
Coppa Italia: 2009–10
Supercoppa Italiana: 2008
UEFA Champions League: 2009–10Real Madrid:
La Liga: 2011–12
Copa del Rey: 2010–11
Piala Super Spanyol: 2012
