Dua orang wartawan media online terlibat adu mulut dengan seorang oknum saat hendak melakukan peliputan di lokasi pembangunan Pasar Sibolga Nauli pada Senin (19/7). Oknum tersebut merupakan salah satu pekerja proyek yang mengaku sebagai humas.
Kedua wartawan ini sebelumnya oleh petugas berseragam penjaga tidak diperbolehkan meliput di lokasi proyek sebelum mendapatkan izin dari pihak humas. Keduanya disuruh menunggu kedatangan humas yang bernama Edward Lumbangaol.
“Menurut pria bernama Eneck itu, setiap orang yang ingin masuk ke lokasi proyek harus ada izin dari Edward,” terang kedua wartawan, Juniwan dan Thompson Pasaribu pada Senin (19/7).
Keributan ini pun mulai pecah saat oknum yang bernama Edward Lumbangaol tersebut datang ke lokasi dan melarang para wartawan melakukan peliputan.
Melansir dari ANTARA, berikut kronologi kejadian selengkapnya.
Advertisement
Dilarang Meliput
Tak lama setelah itu, Edward Lumbangaol pun datang ke lokasi dan menemui kedua wartawan tersebut. Ia kemudian melarang Juniwan dan Thompson untuk masuk sambil menunjukkan sebuah tulisan yang berisi pasal 551 KUHP di pintu masuk Pasar Sibolga Nauli tersebut.
“Gak boleh masuk, itu ada tulisannya, dilarang masuk, termasuk wartawan tak boleh. Kalau tidak izin saya, tak boleh masuk. Tak boleh, titik, udah,” terang Juniwan dan Thompson yang menirukan larangan dari Edward.
Saat ditanya apa alasan melarang masuk wartawan, Edward pun justru balik bertanya apa urusan wartawan datang ke lokasi. Akhirnya adu mulut pun terjadi.
“Saya gak peduli kau dari mana. No comment, titik. Jadi kalau wartawan bisa semaumu? Gak boleh, titik,” katanya lagi.
Advertisement
Sebut Wartawan Abal-abal
Mendengar hal ini, Juniwan dan Thompson pun mencoba mengonfirmasi larangan tersebut. Namun Edward justru mendorong mereka sambil mengeluarkan kata-kata kasar. “Wartawan ta**kau! Gak boleh masuk, pasal 551, paham kau! Kandang kambing pun kalau dibikin dilarang masuk, gak boleh masuk,” kata mereka menirukan perkataan Edward. Edward juga mempertanyakan legalitas keduanya. Bahkan, Ia juga menyebut mereka adalah wartawan abal-abal.“Saya tanggung jawab, ujung-ujungnya duitnya kau! Gak usah banyak cerita. Nah, sana. Kaulah ngadu, ke Polda langsung ngadu. Gak ada urusan! Ujung-ujungnya duitnya kalian. Saya generalisir, paham. Saya sudah dimintai duit terus,” kata mereka menirukan.
Advertisement
Tanggapan Wali Kota Sibolga
Terkait hal ini, Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan, akhirnya memberikan respons. Ia meminta kepada pihak kontraktor agar jangan menutup akses informasi terkait pembangunan Pasar Sibolga Nauli kepada wartawan.“Hal ini untuk kenyamanan kita juga. Kalau kita tutup informasi tentu nanti jadi timpang. Semisal, ada orang yang bilang pancangnya dari kayu, tentu wartawan ingin melihat kebenarannya, benar atau tidak. Jadi jalin komunikasi yang baiklah dengan wartawan. Jadi terbuka saja jika ada wartawan yang melakukan konfirmasi, karena tidak ada yang perlu ditutup-tutupi dalam pekerjaan ini, karena ini untuk kepentingan rakyat,” tegas Jamal pada Senin (19/7).
