Semasa hidup Soekarno begitu menghormati sosok wanita ini. Wanita tersebut adalah Sarinah.
Sarinah merupakan wanita desa yang menjadi pengasuh sang putera fajar saat kecil. Banyak pesan Sarinah yang begitu menancap dalam benak sang proklamator.
Penasaran dengan sosok Sarinah di kehidupan Soekarno? Simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Sosok Sarinah
Sarinah bukanlah siapa-siapa. Sosok yang dihormati Soekarno ini hanya wanita desa yang ikut menumpang pada pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Bahkan Sarinah diketahui tidak dibayar atau digaji.
Sarinah menumpang tinggal dan makan di rumah keluarga pasangan suami istri tersebut. Selain itu, Sarinah juga ikut membantu mengasuh Soekarno kecil. Tak heran jika, Soekarno kecil begitu dekat dengan sosok Sarinah. Mungkin Soekarno lebih dekat dengan Sarinah daripada ibunya sendiri.
Advertisement
Mencintai Rakyat Kecil
Sarinah kerap menemani Soekarno kecil. Dia tak ragu untuk ikut menemani Soekarno kecil bermain, makan serta tidur. Sarinah juga kerap kali menceritakan dongeng sebelum tidur pada Soekarno. Karenanya Soekarno mengaku Sarinah lah yang akhirnya mengajari dirinya mencintai rakyat kecil. "Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya." Itu kata-kata Sarinah yang terus diulang-ulang dan mengisi hati dan pikiran Soekarno muda.
Advertisement
Buku Sarinah Karya Soekarno
Usai kemerdekaan, Soekarno memberikan kursus pada para wanita. Sang proklamator ini mengajarkan peran wanita dalam berjuang serta berpolitik. Soekarno juga mengajarkan menjadi wanita bukan berarti harus selalu berada di belakang. Kumpulan materi soal kursus ini kemudian dibukukan. Soekarno memberikan judul 'Sarinah, kewadjiban wanita dalam perdjoeangan Repoeblik Indonesia' pada bukunya. Buku berisikan 329 halaman itu ditulis tahun 1963 dan diterbitkan oleh Panitia Penerbit Buku-buku Karangan Presiden Soekarno.
"Apa sebab saya namakan kitab ini Sarinah? Saya namakan Kitab ini Sarinah sebagai tanda terima kasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Dia mbok saya. Dia membantu ibu saya, dari dia saya menerima banyak rasa cinta, dan rasa kasih." "Dari dia, saya mendapat banyak pelajaran mencintai orang kecil. Dia sendiri pun orang kecil. Tetapi budinya selalu besar.""Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah."
Advertisement
Tak Ada Wanita Sehebat Sarinah
Itulah tulisan Soekarno pada kata pengantar buku tersebut. Tentu banyak orang bertanya-tanya, mengapa Soekarno memberi judul buku 'Sarinah'. Bukan Ida Ayu Nyoman Rai sang ibu, Oetari istri pertamanya, Inggit Garnasih yang banyak membantunya melewati masa-masa sulit di pembuangan atau bahkan Fatmawati. Mungkin bagi Soekarno, tidak ada wanita yang sehebat Sarinah di kehidupannya.Tak hanya itu, Soekarno juga memberikan nama toko serba ada pertama di Indonesia dengan nama 'Sarinah'. Bisa dilihat, bagaimana Soekarno begitu menghormati sosok wanita pengasuhnya tersebut. Hingga akhir hayatnya pun, tak ada wanita lainnya yang mendapat penghormatan seperti itu dari sang proklamator.
