Daftar Makanan dan Minuman Manis yang Bikin Kolesterol Naik, Ketahui juga Tips Menjaga Tetap Normal

Perhatikan enam jenis makanan dan minuman manis berikut!

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
Daftar Makanan dan Minuman Manis yang Bikin Kolesterol Naik, Ketahui juga Tips Menjaga Tetap Normal
6 makanan dan minuman manis, seperti soda dan kue, dapat memicu kolesterol tinggi. Nikmat di lidah, tapi bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Bijaklah dalam memilih! (Foto: Aditya Eka Prawi (© 2025 Liputan6.com)

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diperlukan oleh tubuh untuk membentuk sel-sel baru dan mendukung berbagai fungsi vital. Namun, tidak semua jenis kolesterol bermanfaat bagi kesehatan.

Kolesterol low-density lipoprotein (LDL), yang sering disebut sebagai kolesterol jahat, dapat menyebabkan penumpukan lemak pada dinding arteri, sehingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke. Di sisi lain, kolesterol high-density lipoprotein (HDL) berfungsi sebagai kolesterol baik yang membantu mengangkut kelebihan LDL ke hati untuk dibuang dari tubuh, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Apakah Makanan Manis Bikin Kolesterol Naik?

Penting untuk memahami bahwa pola makan yang kaya akan gula dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Sebuah artikel di WebMD yang ditinjau oleh Dr. Jennifer Robinson, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak LDL dan mengurangi HDL.

Selain itu, konsumsi gula tambahan juga dapat mempengaruhi kadar kolesterol secara keseluruhan, termasuk meningkatkan kadar trigliserida yang berperan dalam kesehatan kolesterol. Sumber gula yang tinggi, terutama yang terdapat dalam makanan manis, dapat menjadi pemicu terjadinya kolesterol tinggi.

Berikut adalah beberapa contoh makanan dan minuman manis yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

1. Kopi Manis

Banyak orang memulai hari mereka dengan menikmati secangkir kopi. Namun, penambahan gula pada kopi dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan setiap hari, menurut Jennifer.

Medical News Today menjelaskan bahwa meskipun kopi tidak mengandung kolesterol secara alami, senyawa-senyawa yang ada di dalamnya dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Salah satu senyawa yang dimaksud adalah diterpen, yang diketahui dapat menghambat produksi zat tertentu yang berfungsi dalam pemecahan kolesterol oleh tubuh.

Oleh karena itu, konsumsi kopi dapat berpotensi meningkatkan kadar kolesterol total serta kolesterol jahat (LDL).

2. Minuman Bersoda dan Ringan

Minuman manis, yang merupakan penyumbang utama gula tambahan dalam pola makan banyak individu, kini telah dihubungkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL (jahat) serta lemak tidak sehat lainnya dalam darah. Penemuan ini diungkapkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada edisi November 2022 di jurnal The Journal of Nutrition.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 29.000 peserta dari dua studi jangka panjang, yang menyertakan data mengenai informasi nutrisi dan kesehatan. Para peneliti secara khusus menyelidiki konsumsi soda biasa, limun, minuman buah, dan berbagai jenis minuman manis lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi, yaitu lebih dari satu porsi 12 ons per hari, berkorelasi dengan peningkatan kadar lemak darah yang tidak sehat, termasuk kolesterol LDL, trigliserida, dan lipid lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meskipun penelitian ini tidak secara langsung membuktikan bahwa minuman manis adalah penyebab utama peningkatan lipid dalam darah, temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan dampak negatif dari gula tambahan terhadap kesehatan. Hal ini dikutip dari health.harvard.edu pada Senin, 20 Januari 2025.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan minuman manis dalam diet sehari-hari guna menjaga kesehatan jangka panjang mereka.

3. Kue dan Biskuit

Makanan yang kaya akan lemak jenuh, seperti kue dan biskuit, sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kadar kolesterol serta berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Artikel yang ditinjau oleh Howard E. LeWine, MD, di health-harvard-edu menyebutkan bahwa kue, bolu, dan pastry sering kali dibuat dengan menggunakan mentega dan shortening dalam jumlah yang cukup banyak.

Kedua bahan ini memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, sehingga dapat berdampak negatif pada kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, bukan berarti kamu harus sepenuhnya menjauhi hidangan penutup.

Ada beberapa cara sederhana untuk membuat makanan penutup menjadi lebih sehat dengan mengganti beberapa bahan. Misalnya, saat memanggang, kamu bisa menggunakan saus apel atau pisang sebagai pengganti mentega.

Dengan cara ini, tidak hanya kandungan lemak jenuh yang berkurang, tetapi juga menambah rasa manis alami pada kue. Selain itu, kamu dapat memilih hidangan penutup yang rendah lemak, seperti yogurt beku rendah lemak yang disajikan dengan buah beri segar.

Pilihan ini lebih ringan, lezat, dan tetap dapat memuaskan keinginan untuk menikmati sesuatu yang manis tanpa meningkatkan kadar kolesterol.

Menurut laporan dari Healthline, kue dan makanan manis lainnya sering kali mengandung kolesterol, gula tambahan, lemak tidak sehat, serta kalori yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, gangguan kognitif, dan beberapa jenis kanker.

Selain itu, makanan manis ini umumnya rendah nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak sehat yang diperlukan tubuh untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan secara keseluruhan.

4. Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan, meskipun tidak tergolong makanan manis, seperti roti putih dan pasta, dapat menyebabkan lonjakan cepat pada kadar gula darah. Lonjakan ini kemudian berpengaruh terhadap produksi trigliserida dan kolesterol di dalam tubuh.

5. Minuman yang Mengandung Alkohol

Penggunaan minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini terjadi karena konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengganggu fungsi hati, yang memiliki peran krusial dalam pengolahan kolesterol.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa moderasi dalam mengonsumsi alkohol sangat diperlukan. Dengan menjaga asupan alkohol, kita dapat membantu menjaga kesehatan hati dan mendukung proses metabolisme kolesterol yang lebih baik.

6. Sereal

Banyak jenis sereal untuk sarapan yang dijual di pasaran mengandung kadar gula tambahan yang cukup tinggi. Sebagai pilihan yang lebih sehat, kamu dapat mempertimbangkan untuk menggantinya dengan makanan utuh seperti buah-buahan, oatmeal, atau yogurt, yang lebih bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Dengan memilih makanan yang lebih alami, kamu tidak hanya mengurangi asupan gula, tetapi juga mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Misalnya, buah-buahan tidak hanya memberikan rasa manis alami, tetapi juga kaya akan serat dan vitamin yang penting bagi tubuh.

Apa saja langkah-langkah untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal?

6 Makanan dan Minuman Manis Pemicu Kolesterol Tinggi, Nikmat Membawa Petaka
6 makanan dan minuman manis, seperti soda dan kue, dapat memicu kolesterol tinggi. Nikmat di lidah, tapi bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Bijaklah dalam memilih! (Foto: Aditya Eka Prawi © 2025 Liputan6.com

Jennifer mengingatkan bahwa pentingnya membatasi konsumsi gula tambahan tidak bisa diabaikan jika kita ingin menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Masyarakat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 6 sendok teh gula tambahan per hari bagi wanita dan 9 sendok teh bagi pria.

Selain itu, sangat disarankan untuk selalu memeriksa label makanan guna mengetahui jumlah gula tambahan yang terdapat dalam produk makanan dan minuman yang kita pilih. Gula tambahan yang terdapat dalam berbagai makanan dan minuman manis dapat menyebabkan penumpukan trigliserida, yang berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta menurunkan kolesterol baik (HDL).

Oleh karena itu, perhatian terhadap asupan gula dalam pola makan sehari-hari menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Mengurangi konsumsi gula tambahan juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan kolesterol tinggi.

Mengingat dampak negatif dari gula tambahan, kita perlu lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan begitu, kita dapat menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin muncul akibat tingginya kadar kolesterol.

Rekomendasi