7 Contoh Puisi Perpisahan Sekolah yang Menyentuh Hati & Penuh Nuansa Haru

Berikut contoh puisi perpisahan sekolah yang menyentuh hati dan penuh nuansa haru.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Contoh Puisi Perpisahan Sekolah yang Menyentuh Hati & Penuh Nuansa Haru
7 Contoh Puisi Perpisahan Sekolah yang Menyentuh Hati & Penuh Nuansa Haru (Merdeka.com)

7 Contoh Puisi Perpisahan Sekolah yang Menyentuh Hati & Penuh Nuansa Haru

Masih ingatkah kawan?
Tentang impian cita kita?
Dokter, guru, pengusaha atau penyanyi?
Inilah akhir dari sebuah awal
Pintu terakhir menuju dunia baru
Semangat wahai para pejuang
Kita bertemu sebagai pemenang

Perpisahan sekolah tentu menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu.

Umumnya, perpisahan sekolah dirasakan begitu membahagiakan sekaligus mengharukan bagi siapa saja. Baik itu murid maupun para guru.

Mengingat sebelum perpisahan sekolah tiba, ada begitu banyak kisah, cerita dan kenangan selama duduk di bangku sekolah. Kenangan tersebut pun akan senantiasa diingat dan dimiliki.

Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak orang yang merasa sedih dan begitu emosional ketika menghadiri momen perpisahan sekolah.

Untuk melengkapi momen perpisahan sekolah agar semakin berkesan, kalian dapat membaca ataupun membagikan beberapa puisi perpisahan sekolah.

Puisi perpisahan sekolah ini dapat menjadi salah satu wujud ungkapan sekaligus pemberian terakhir kalian kepada para guru di sekolah.

Lantas apa saja contoh puisi perpisahan sekolah yang menyentuh hati dan penuh nuansa haru?

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (30/8), simak ulasan informasinya berikut ini.

Sajak untuk Bapak dan Ibu Guru Tercinta

Hadirmu laksana secercah cahaya
Yang memberikan sinar di dalam gulita Adamu bagaikan tetesan embun pagiYang memberikan sejuk pada nurani

Bapak dan ibu guru
Adamu sungguh sangat berharga
Jasamu sungguh mulia
Ajarmu memberiku cahaya
Dari gelapnya kebodohan dunia

Bapak dan ibu guru
Engkau adalah pahlawan bagi hidupku
Saatnya tiba untuk perpisahan denganmu
Namun jasamu akan selalu di hatiku
Terima kasih bapak dan ibu guru...

Puisi Cinta untuk Guru

Guruku,
Ketika kami datang engkau sambut dengan ketulusan
Saat pertama kali datang kami tidak mengerti
Apa yang sebenarnya kami cari
Namun cintamu membimbing kami
Menapaki langkah-langkah kecil titian ilmu
Tanganmu selalu siap mendekap kami
Ketika kami terjebak dalam rasa lelah dan sendu




Guruku,
Kini tiba saatnya kami pergi
Mengepakkan sayap yang telah engkau bimbing selama ini
Untuk menuntaskan janji kami
Meraih cita-cita di hari nanti
Guruku,
Cinta kami untukmu tidak akan pernah mati
Sekalipun kaki kami telah melangkah pergi.

Puisi Untuk Sekolahku

Puisi sederhana ini untukmu
Ku persembahkan untuk sekolahku
Tempat sederhana di mana aku belajar
Tempat di mana aku mengenal teman
Bermain berpacaran jatuh cinta belajar
Semuanya menjadi satu
Puisi ini kutulis saat pelajaran matematika
Berbekal otak sekarat
Ku coba rajut bait dengan baris
Puisi ini bercerita tentang sekolah dan semuanya



Tentang sepenggal cinta
Persahabatan
Jati diri dan masa muda
Jika kau sempat bacalah sajak ini

Di dalamnya penuh dengan bangkai bangkai kenangan

Kenangan yang dulunya hidup kini terbaring mati

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Arti Perpisahan

Perpisahan memang selalu menjadi bingkai kesedihan
Perlahan menghitung waktu mendekati saat kita tak bisa berjumpa lagi

Sesering dulu ketika masih berseragam putih biru
Untuk mengawali langkah menuju putih abu-abu

Sahabat,
Melalui jalan perpisahan akan membuat kita tersadar
Apakah itu arti kebersamaan
Apa arti mengukir bingkai kenangan
Arti pertemanan dan persahabatan
Dan juga arti saling mendoakan

Sahabatku
Izinkan aku untuk merindumu
Izinkan aku untuk menyimpan namamu dalam hatiku
Agar kita tetap bersama selalu
Meskipun hanya di dalam kalbu

Sahabat dalam Putih Biru

Kita datang dan bertemu dengan seragam merah putih
Lalu menapaki kebersamaan menggunakan putih biru
Tidak terasa sudah tiga tahun sejak saat itu
Saat pertama kali kaki kita melangkah di depan pintu

Pintu gerbang sekolah menjadi saksinya

Betapa setiap hari kita selalu saling menyapa dalam canda

Bersama menapaki titian ilmu dan impian

Dibimbing guru dengan penuh kasih sayang

Kini saatnya putih biru kita dilepaskan
Untuk digantikan dengan putih abu-abu kebanggaan
Melanjutkan langkah menuju cita-cita dan impian
Menuju masa depan indah dan penuh harapan.

Kini Tibanya Kita Berpisah

Wahai kawan-kawanku...
Kini tibanya kita akan berpisah dari sekolah
Tiada lagi tawa kita yang menghiasi suasana

Bermain dan belajar bersama mengukir cita

Kita berbagi bersama dalam suka dan duka
Sekarang jarak akan memisahkan raga kita
Tiada lagi seragam merah putih yang terpakai rapi

Semua akan berubah menjadi kebanggaan negeri
Merajut cita-cita bangsa untuk menata masa depan

Kawan...


Hari ini kita akan berpisah dari tempat yang penuh sejarah ini
Kita memulai langkah baru lagi di pelosok negeri
Dengan berbekal ilmu dari masa Sekolah Dasar ini

Akan kita curahkan pada dunia yang penuh berisi

Kawan...

Sungguh sedih terngiang dalam ingatan kata berpisah

Tiada lagi tegur dan sapa di tempat yang indah ini

Tempat menggali ilmu sampai kita banyak mengetahui materi

Dari mulai coretan tak berbentuk hingga kini pandai mengukir bentuk




Semua perjalanan ini akan tersimpan dalam buku kenangan



Berisi kenakalan kita dan tangisan jail dari kawan
Indah tersimpan dalam lembar-lembar berisi cerita jenaka

Akan terabaikan dalam naungan awan biru yang mengusik pilu
Selamat berpisah kawanku, sampai jumpa di lain waktu..

Akhir dari sebuah Awal

Masih ingat ketika pertama melangkah di pintu ini?
Seragam merah putih awal kita bertemu
Kini...

Kita terpisah dengan seragam-seragam baru
Dengan impian-impian baru

Di rumah ilmu ini
Kita berjuang menggali pengetahuan
yang tercecer di lisan guru
Tersembunyi di buku-buku
Di rumah ini,
Kita merasakan marah,
Menahan benci dan dengki
Seringkali menahan tangis
Tak terkecuali tertawa ria

Masih ingatkah kawan?
Tentang impian cita kita?


Dokter, guru, pengusaha atau penyanyi?

Inilah akhir dari sebuah awal

Pintu terakhir menuju dunia baru
Semangat wahai para pejuang

Kita bertemu sebagai pemenang

Rekomendasi