Peluang pertumbuhan kredit perbankan capai 26 persen

Peluang penyaluran kredit masih terbuka karena ekonomi tumbuh sampai 6,5 persen.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Peluang pertumbuhan kredit perbankan capai 26 persen
Bank Indonesia, dok/PulseFeed

Menurutnya persaingan antar perbankan untuk mendapatkan modal sudah mulai memasuki titik jenuh. Namun, pertumbuhan kredit masih memiliki ruang untuk berkembang. Peluang penyaluran kredit masih terbuka karena ekonomi tumbuh sampai 6,5 persen. Artinya, dengan pertumbuhan tersebut, peluang pertumbuhan kredit bisa mencapai 4 kali lipat atau sekitar 26 persen di tahun ini.Ketua Perbankan Nasional Sigit Pramono menegaskan saat ini persaingan perbankan didominasi oleh bank besar. Bahkan,  dominasi bukan hanya pada pangsa pasarnya dan perebutan modal. Karena, kecenderungan bank sentral Amerika dan Eropa terhadap modal semakin ketat maka dalam negeri juga akan mengarah ke area tersebut. Sigit mengatakan bank memiliki pangsa pasar sendiri. Namun, hal tersebut tidak bisa menjadi acuan karena perbankan juga harus dilihat dari sisi volume kredit dan volume dananya."Jika bicara soal efisiensi, maka mau tidak mau bank-bank besar harus bersaing.  Mereka menjadi standar nasional,” katanya. Data Bank Indonesia menunjukan dengan membaiknya kondisi perekonomian pada tahun 2011 lalu, kinerja profitabilitas industri perbankan menunjukkan peningkatan. Perbankan membukukan laba bersih sebesar Rp 37,10 T. Laba tersebut lebih tinggi dari Semester I-2010 dan telah mencapai 64,74 persen dari laba bersih tahun 2010. Kenaikan laba tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya pertumbuhan kredit baik secara year to date sebesar 10,47 persen. Tingginya laba tersebut tercermin dari cukup tingginya return on asset perbankan yakni sebesar 3,07 persen per Juni 2011.

Rekomendasi