Krisis, Spanyol potong anggaran hingga USD 35 miliar

Gaji pegawai negeri sipil akan dibekukan serta diwajibkan untuk lembur 10 jam setiap bulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Krisis, Spanyol potong anggaran hingga USD 35 miliar
ilustrasi

Pemerintah Spayol mengumumkan bahwa pihaknya akan memotong anggaran negara Matador tersebut sebesar EUR 27 miliar atau USD 35 miliar untuk mengurangi besaran defisit di tengah krisis negara yang berkepanjangan.

"Kita dalam situasi yang kritis. Ini adalah kebijakan paling keras terhadap anggaran dalam sistem demokratis kami, dan dengan pemotongan pajak untuk menambah pendapatan agar pelayanan publik bisa terus tersedia," ujar Menteri Keuangan Spanyol Cristobal Montoro setelah pertemuan mingguan kabinet seperti yang diberitakan oleh CNN, Sabtu (31/3).

Pemotongan anggaran tersebut akan diambil dari anggaran kementerian sebesar 16,9 persen. Sementara untuk gaji pegawai negeri sipil akan dibekukan dan akan diwajibkan untuk bekerja lembur selama 10 jam per bulan.

Sementara itu untuk pajak usaha juga akan dinaikkan, namun untuk pajak pembelian tidak akan ikut dinaikkan. Hal tersebut disebabkan untuk menghindari peredaman konsumsi rumah tangga, ujar Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria.

Pengumuman antisipasi pemerintah tersebut datang sehari setelah pemogokan kerja dalam rangka aksi protes terhadap perubahan Undang Undang tenaga kerja yang telah ditandatangani oleh pemerintah. Menurut organisasi tersebut mengatakan UU itu memudahkan pemerintah untuk memecat buruh.

Pemogokan tersebut telah memperlambat pertumbuhan industri dan transportasi, namun hanya sedikit berpengaruh terhadap perdagangan.

Ratusan hingga ribuan serikat pekerja melakukan demonstrasi pada Kamis (28/3) malam lalu di Madrid dan sepanjang Spanyol. Terdapat beberapa insiden kekerasan termasuk di Barcelona.

Tingkat pengangguran Spanyol saat ini mencapai 23 persen. Sekitar 5,3 juta penduduk Spanyol tidak mempunyai pekerjaan. Pemerintah Spanyol memperkirakan bahwa ekonomi hanya kan tumbuh sebesar 1,7 persen.

Pemotongan belanja dan peningkatan pajak yang diumumkan Jum'at (30/3) bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3 persen.

Menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos, yang menghadiri pertemuan antar menteri Uni Eropa di Copenhagen percaya bahwa Spanyol akan berhenti menjadi masalah bagi Uni Eropa.

Montoro mengatakan bahwa dia akan membawa anggaran tersebut ke parlemen pada Selasa (3/4) nanti. Pemerintah diketahui merupakan partai mayoritas di parlemen tersebut sehingga hampir tidak perlu disetujui oleh partai lain.

"Akan terdapat pemotongan pada pos investasi infrastruktur, belanja ketahanan militer, beasiswa, bantuan untuk imigran dan subsidi perumahan dan pada bantuan ke negara asing," ujar Montoro.

Rekomendasi