Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pada generasi muda untuk membangun kreativitas dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif. "Kreativitas itu cara berpikir, daya cipta, kemampuan menciptakan sesuatu," kata Kalla dalam seminar di kampus Perbanas, Jakarta, Rabu (16/5)
Namun, lanjut Kalla, kreativitas itu tidak akan berarti apa-apa jika tidak dijual. Untuk menjualnya, kita harus mengetahui kebutuhan orang lain. "Inilah yang dinamakan entrepreneur atau wirausahawan," jelas Kalla.
Hidup yang baik kata Kalla, selalu dihubungkan dengan pendapatan yang lebih baik. Pendapatan per kapita Indonesia sekarang sudah sekitar USD 3.500. Pendapatan ini datang dari nilai yang bertambah. "Tidak ada nilai tambah tanpa kreativitas," ujarnya.
Kreativitas juga timbul dari kepercayaan diri dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Dalam ekonomi kreatif, ada 3 hal yang menjadi kunci utama dalam menjual produk, kata Kalla, yaitu lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat.
Ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang tumbuh karena nilai-nilai yang bertambah. Hal itu terjadi karena adanya inovasi dan kreativitas. Inovasi dan kreativitas timbul karena pendidikan.
"Tujuan kita berbangsa adalah kita ingin bangsa yang lebih kuat. Itu tujuan kita bersama. Kehidupan yang lebih adil dan makmur, ekonomi yang lebih baik dan maju," tambahnya.
Dia juga menuturkan, mahasiswa selalu memberikan harapan ke depan. Inilah yang menjadi aset baik bagi bangsa. Kreativitas dibutuhkan kerjasama dan kerja keras, juga perasaan.
"Tanpa kreativitas, kita hanya akan jadi bangsa konsumen, kita hanya bisa menjual tanah air, sumber daya alam negeri kita," tandas Kalla.
