Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggelar syukuran atas suksesnya enam perusahaan pelat merah masuk dalam daftar perusahaan dengan laba terbesar versi Forbes Global 2000. Dahlan menggelar syukuran bersama 3.000 anak yatim piatu se-Jabodetabek.
Kinerja enam BUMN sebagai perusahaan terbuka (Tbk) dinilai sangat gemilang. Enam BUMN tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, (BBRI), PT Bank Mandiri, (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia, (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
“Keberhasilan enam BUMN ini kiranya bisa menginspirasikan BUMN lainnya untuk bangkit,meningkatkan kinerja, serta berprestasi pada tingkat global," ungkap Dahlan saat menggelar Syukuruan di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (29/5).
Dia mengatakan, kesuksesan enam BUMN tersebut diharapkan bisa juga diraih oleh perusahaan-perusahaan pelat merah lainnya. Dengen demikian, akan semakin memperkuat jajaran korporasi Indonesia yang siap masuk ke pasar internasional.
Forbes merilis, 10 perusahaan Indonesia masuk ke dalam 2.000 perusahaan paling untung di dunia. Enam perusahaan diantaranya merupakan milik pemerintah. Menurut Majalah Forbes, krisis global tidak terlalu berpengaruh besar atas kinerja perusahaan-perusahaan ini.
Bahkan perusahaan-perusahaan tersebut masih mengalami pertumbuhan penjualan dan laba sebesar dua digit pada 2011. Sebanyak 2.000 perusahaan tersebut membukukan pendapatan sebesar USD 36 triliun atau naik 12 persen. Sedangkan dari sisi laba mencapai USD 2,64 triliun atau naik 11 persen, dan memiliki aset USD 149 triliun atau naik 8 persen.
Seperti menjadi tradisi, 524 perusahaan raksasa asal negeri paman sam, Amerika Serikat, berhasil masuk dalam jajaran perusahaan paling untung. Posisi kedua adalah Jepang sebanyak 258 perusahaan.
Perusahaan asal China menjadi ancaman bagi perusahaan dua negara tersebut. China menambah 15 perusahaan asal negeri tersebut dalam jajaran perusahaan paling untung. Sedangkan negara lainnya yang juga menambah jumlah perusahaan adalah Korea Selatan dengan total 68 perusahaan, India 61 perusahaan, dan Inggris 93 perusahaan.
