Kementerian Keuangan mengklaim berhasil mendorong anggaran belanja negara terserap lebih besar pada kuartal awal tahun anggaran berjalan.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyebutkan, penyerapan anggaran belanja pemerintah pada kuartal II tahun ini sudah mengalami peningkatan yakni berkisar di level 14 persen. Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, hanya 7 persen.
Anny berharap, dengan sisa waktu 1 bulan di kuartal II ini, bisa mendorong penyerapan anggaran menjadi lebih maksimal. Harapannya, keseluruhan penyerapan anggaran pada kuartal II bisa menyentuh 20 persen. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
"Pada kuartal II ini karena untuk mendorong perekonomian dari sisi belanja modal kaitannya dengan infrastruktur," ujar Anny di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5).
Peningkatan belanja ini, lanjutnya, dikarenakan adanya kebijakan baru yakni sistem termin dalam pemerintahan. "Jangan lupa belanja modalnya jauh lebih banyak dibanding tahun lalu," terangnya.
Sekadar diketahui, penyerapan anggaran belanja di kuartal awal kerap menjadi persoalan bagi pemerintah. Pertumbuhan ekonomi di kuartal awal cenderung lamban lantaran kurangnya dukungan pemerintah dari sisi realisasi belanja negara yang produktif. Trennya, penyerapan anggaran yang maksimal di kuartal awal adalah belanja pegawai.
