Saatnya berburu barang diskon?

Hampir 57 persen pendapatan warga Jakarta dibelanjakan untuk barang konsumtif.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Saatnya berburu barang diskon?
great sale. PulseFeed/Arie Basuki

Pesta diskon Jakarta kembali dimulai, pusat belanja di ibu kota siap memanjakan para sosialita, orang kaya, bahkan sampai masyarakat kelas menengah untuk berburu barang bermerek (branded) sampai produk tidak bermerek.

Untuk ke lima kalinya, Festival Jakarta Great Sale (FJGS), di gelar sebagai rangkaian dalam perayaan ulang tahun Jakarta yang jatuh pada 22 Juli mendatang. Satu setengah bulan ini, masyarakat Jakarta yang memiliki tingkat konsumsi paling tinggi di Indonesia, akan dimanjakan dengan potongan harga berbagai produk di 73 mal seantero sudut ibu kota sampai 70 persen.

Tak tanggung-tanggung, target panitia pelaksana bisa meraup pendapatan penjualan sampai Rp 10 triliun atau naik 20 persen dibandingkan even serupa tahun 2011. Wajar saja target tersebut ditetapkan oleh para pengelola mal, hal ini mengacu tingkat konsumsi masyarakat Jakarta mencapai 57 persen dari total produk domestik bruto sebesar Rp 982,5 triliun atas harga barang berlaku. 

Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh mengakui jika warga Jakarta memiliki sifat konsumtif, terutama dengan banyaknya pusat perbelanjaan. Dengan adanya godaan potongan harga atau discount murah akan menambah tingkat konsumsi masyarakat. 

"Pusat perbelanjaan atau mal merupakan bisnis yang menguntungkan. Konsumsi rumah tangga masyarakat Jakarta dialokasikan untuk makanan 40 persen dan non makanan 60 persen," katanya.

Dia mengatakan adanya program diskon gede-gedean di pusat belanja, dipercaya meningkatkan perekonomian Jakarta dengan transaksi ritel, hiburan dan rekreasi serta bisa mendatangkan wisatawan lokal maupun asing. "Ini bisa menjadikan Jakarta sebagai tujuan belanja internasional," ujarnya.

Rekomendasi