Bank Mandiri tingkatkan upaya pertumbuhan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan meresmikan 72 kantor layanan kredit dan transaksi UKM di berbagai wilayah di Indonesia.
"Kami berharap segmen ini dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan bagi Bank Mandiri dalam jangka panjang seiring dengan terus bertambahnya pengusaha UKM di Indonesia. Selain itu sektor UKM juga terbukti mampu bertahan dan melewati krisis ekonomi pada 1998 dan 2008 lalu," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini di Plaza Mandiri, Rabu (18/7).
Zulkifli menambahkan bahwa per Juni 2012, Bank Mandiri telah mengucurkan kredit melalui Business Banking Group senilai Rp 33,1 triliun kepada sekitar 37.000 pengusaha UKM. Nilai tersebut meningkat 28,4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,8 triliun.
"Mandiri Business Banking fokus menangani sektor UKM dan Koperasi di Indonesia dengan limit kredit di atas Rp 200 juta sampai Rp 10 miliar. Business Banking juga dapat menyalurkan kredit dengan limit lebih dari Rp 10 miliar dengan pola linkage melaui koperasi dan kelompok usaha," jelas Zulkifli.
Selain itu, segmen UKM ini juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 55,7 triliun pada Juni 2012 atau tumbuh 66 persen dari periode tahun lalu sebesar Rp 33,6 triliun. "Bank Mandiri akan mengoperasikan 354 kantor layanan dan transaksi UKM pada akhir 2012. Jumlah ini akan terus bertambah," katanya.
Direktur Commercial dan Business Banking Bank Mandiri Sunarso menyatakan bahwa target hingga tahun 2014, sektor UKM dapat menyalurkan kredit hingga Rp 73 triliun. "UKM ingin mencapai Rp 73 triliun, Juni baru sampai Rp 33 triliun. Kami bertekad untuk terus meningkatkan market share di segmen UKM dalam 5 tahun mendatang dan menjadi transaction banking utama untuk segmen UKM," tutur Sunarso.
