PT Bank Mandiri Tbk menargetkan laba anak usaha Bank Mandiri meningkat hingga mencapai Rp 2 triliun hingga akhir 2012 ini. Hingga paruh pertama tahun ini, sudah hampir mendekati 50 persen dari target.
"Kita targetkan laba anak-anak usaha Bank Mandiri Rp 2 triliun. Sampai semester I sudah 900 miliar paling besar AXA, tapi share kita cuma 50 persen," ujar Direktur Commercial and Business Bankin Bank Mandiri Sunarso di Plaza Mandiri, Kamis (23/8) malam.
Sunarso memaparkan dari beberapa anak usaha, Bank Syariah Mandiri memberi kontribusi laba yang signifikan. Laba Bank Syariah Mandiri tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan anak usaha lainnya. "BSM Rp 800 miliar. Karena kepemilikan kita sudah 100 persen," katanya.
Untuk mendukung potensi bisnis BSM yang besar, perseroan berencana untuk menyuntikkan modal sebesar Rp 1,1 triliun. "Sebenarnya punya komitmen Rp 1,1 triliun, sekarang Rp 500 miliar. Karena BSM ini butuhnya besar maka butuh tambahan dana. Diinject, masuk pasar," ungkapnya.
Dengan perkembangan bisnis Bank Syariah Mandiri yang semakin besar, perseroan juga memiliki rencana agar BSM bisa mulai masuk pasar modal melalui proses IPO. Namun, Sunarso belum memberi kepastian waktu IPO tersebut akan dilaksanakan.
"Dilepasnya jadinya tunggu persiapan selesai, tapi saya kira gak terlalu lama. Syariah kan belum tahu respon pasar. Lihat dulu tahun depan. Induk usaha sih pengennya IPO. Karena lebih progresif IPO," katanya.
