Mendag: Tak mungkin minta masyarakat jangan makan bawang putih

Solusinya hanya meningkatkan produksi dengan langkah awal penambahan lahan.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Mendag: Tak mungkin minta masyarakat jangan makan bawang putih
harga bawang putih naik. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga dua pekan terakhir. Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang melonjak tajam, dari Rp 5.000 per kilogram awal tahun ini menjadi Rp 30.000 per kilogram dua pekan terakhir. Harga bawang putih meroket enam kali lipat.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui bahwa penyebab tingginya harga bawang karena impor sangat besar. Produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Sehingga kondisi ini perlu penanganan struktural bukan hanya karena cuaca buruk.

Jika situasi tetap seperti ini, mau tidak mau solusinya hanya meningkatkan produksi. Dia pun sempat berkelakar mustahil meminta masyarakat menghentikan konsumsi bawang putih.

"Karena masih impor kebanyakan, solusinya kita naikan produksi nasional, atau jangan makan bawang putih," ujar Gita di kantornya, Rabu (27/2).

Gita berharap instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dapat mengupayakan penambahan lahan. Dia menilai penggunaan teknologi untuk menggenjot produksi hanya solusi sementara.

"Saya rasa paling penting itu lahan terlebih dahulu," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan salah satu penyebab naiknya harga komoditas sayur mayur lantaran musim hujan. Selain bawang putih, cabe rawit dan bawang merah turut mengalami kenaikan harga, mencapai 5 persen dari harga normal.

"Tim kami laporkan tentang pergerakan harga memang menunjukkan ada beberapa kenaikan sifat musiman," ujar Hatta awal pekan ini.

Rekomendasi