Selain melihat peluncuran kereta monorail percontohan atau mock up monorail Jakarta-Bekasi, Dahlan hari ini juga akan melihat kajian kereta monorail untuk Bandara Soekarno - Hatta dan monorail untuk Pelabuhan Tanjung Perak.
Di dalam kereta dari Solo menuju Madiun, Dahlan bercerita tentang monorail Bandara Soeta. Di Bandara Soeta nantinya akan ada monorail yang menghubungkan antara satu terminal dengan terminal lainnya. Angkutan ini juga free of charge alias gratis.
"Investasinya nanti dari AP II, dan ini gratis, kita tadi takutkan karena gratis nanti orang jadi tempat wisata lagi di sana," kata Dahlan sambil tersenyum di dalam kereta.
Monorail untuk Bandara Soekarno Hatta akan mempunyai desain yang lebih kecil dari monorail Adhi Karya Bekasi-Jakarta. Namun demikian, kedua monorail ini lebih besar dari monorail yang ada di Singapura maupun di Changi. Untuk monorail dari Jakarta-Bekasi-Cibubur menggunakan monorail yang sangat besar dan dua kali lipat lebih besar dibandingkan monorail Kuala Lumpur.
"Monorail bandara lebih kecil dari monorail Jakarta-Bekasi, tapi lebih besar dari Changi. Ini investasi dari AP II," jelas Dahlan.
Untuk monorail Pelabuhan Tanjung Perak, akan digunakan untuk mengangkut kontainer. Menurut Dahlan, ini adalah pelabuhan pertama di Indonesia yang menggunakan monorail dalam pengangkutannya. Kereta monorail ini akan dikelola oleh Pelindo III.
"Akan ada di Tanjung Perak dan ini tidak untuk manusia, untuk kontainer, kontainer movingnya kaya ban berjalan. Jadi sekarang tiga proyek monorail, dua untuk manusia satu untuk barang," ucap Dahlan.
