Ketua Bidang Otomotif Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN Apindo), Soebronto Laras, menilai aneh kebijakan pemerintah yang ingin melarang mobil murah menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau premium.Soebronto yang juga merupakan komisaris Indomobil menilai mobil murah jauh lebih irit dari mobil umumnya. Semakin banyak masyarakat menggunakan mobil murah justru malah akan menguntungkan pemerintah."Agak aneh mobil dibikin hemat bahan bakar hingga 20 Km per liter malah dilarang gunakan premium," ucap Soebronto di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (16/4).Soebronto menilai kehadiran mobil murah ke depan akan menggantikan mobil biasa yang tergolong boros. Selain itu, mobil murah saat ini juga tidak banyak sehingga tidak tepat jika disebut menghabiskan kuota BBM subsidi."3 bulan pertama LCGC itu laku cuma 45.000 dan itu cuma 14 persen penjualan mobil keseluruhan. Kemudian ini 14 persen juga mengganti yang lain," tegasnya.Soebronto tak habis pikir dengan berbagai rencana pemerintah yang ingin menekan mobil murah agar tidak menggunakan premium."Ini kan mobil lebih boros diganti jadi mobil irit. Pemerintah untung di situ. Misalnya dari 100.000 mobil biasa sebagian diganti LGCC dan jumlahnya tetap 100. Jadi irit itu kan," tutupnya singkat.
Pengusaha: Aneh mobil murah dilarang pakai premium
Mobil murah dinilai justru membantu pemerintah menekan konsumsi BBM subsidi karena lebih irit.
Advertisement
Rekomendasi
