Pengusaha minta kenaikan BBM subsidi tidak didramatisir

"Produksi kita menciut karena ekonomi kita yang menciut seperti saat ini," kata Sofjan.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Pengusaha minta kenaikan BBM subsidi tidak didramatisir
kelangkaan bbm bersubsidi. ©2014 PulseFeed/imam buhori

Pengusaha yakin kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan memberikan gejolak di masyarakat dengan skala besar. Sebab, selama ini demo yang dilakukan oleh warga lebih pada politisasi.

"Ya ada lah, demo kecil-kecil itu kan bisa dibayar untuk menolak, dengan mengatasnamakan rakyat. Saya tidak terlalu percaya itu terjadi. Dulu naik juga enggak ditolak kok, berapa puluh kali kita naik," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi di Jakarta, Kamis (28/8).

Kebijakan untuk menaikkan harga BBM tidak lagi didramatisir. Sebab, anggaran subsidi ini dapat diberikan tepat sasaran kepada rakyat. "Yang penting rakyat ini baik untuk jangka panjang, untuk membangun apa enggak, untuk dapat kerjaan apa enggak."

Dia memaparkan, kondisi produksi usaha terus menciut karena kondisi perekonomian bangsa, walaupun tidak ada kenaikan BBM. Saat ini, banyak perusahaan yang berada di bawah kapasitas sehingga tidak dapat berkompetisi dengan baik. "Kalau perusahaan kita ini bekerja bawah kapasitas karena kompetisi, produksi kita menciut karena ekonomi kita yang menciut seperti saat ini," katanya.

Sebelumnya, dia memastikan bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Berdasarkan keterangan yang didapatnya dari Andi Wijayanto, Deputi Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK, harga BBM subsidi bakal naik Rp 3 ribu per liter. "Pasti dinaikan di pemerintahan Jokowi-JK, kan Andy Wijayanto kemarin bilang akan ada kenaikan Rp 3.000 per liter," kata Sofjan, di Jakarta, Kamis (28/8).

Rekomendasi