Perusahaan daerah belum siap hadapi pasar bebas ASEAN

BUMD harus jadi korporasi mandiri, profesional dan memiliki kemampuan daya saing.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Perusahaan daerah belum siap hadapi pasar bebas ASEAN
Aksi pekerja PDAM. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meminta peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ditingkatkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang. Sebab, perusahaan yang dikelola pemerintah daerah sejauh ini belum sepenuhnya siap.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar mengatakan pemerintah daerah sebagai pemegang saham dan pengelola perusahaan daerah belum menyiapkan kerangka regulasi, kebijakan maupun program-programnya."Peranan daerah penting, adalah BUMD yang memutar, sehingga tidak mudah diintervensi, sebab orientasi daerah sangat kuat," ujarnya saat acara 'BUMD dan CEO BUMD Awards 2014' di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (19/8).Meningkatkan daya saing produk unggulan daerah dan mendorong ekspansi promosi produk unggulan baik barang maupun jasa eksportir lokal jadi BUMD bisa bersaing di kawasan ASEAN."Ini agar lebih berkembang di pasar bebas ASEAN. Di samping juga mendorong investasi di daerah melalui penyederhanaan prosedur, mempersingkat waktu, transparansi proses perizinan usaha dan menciptakan iklim investasi yang kondusif."BUMD harus jadi korporasi mandiri, profesional dan memiliki kemampuan daya saing. Untuk itu, pemerintah daerah tidak boleh lagi melakukan intervensi bisnis terhadap perusahaan daerah. "BUMD motor penggerak bagian penting bisnis daerah. Untuk ke depan, manajemen penting bagaimana mengolah itu."Dia menegaskan peran kemampuan sumber daya manusia (SDM) juga penting. Dengan menempatkan orang-orang profesional serta memiliki skill dan kompetensi sesuai bidang usaha BUMD yang digarap.

Rekomendasi