PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki harapan besar terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Otoritas bursa meminta pemerintahan yang baru terus mengembangkan dan mendukung pasar modal Indonesia.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan pasar modal bakal dijadikan tolak ukur ekonomi Indonesia ke depan. Untuk itu, dia meminta pemerintahan baru ikut mengembangkan pasar modal Indonesia.
"Harapan bursa untuk pemerintahan baru itu harus mendukung pengembangan pasar modal kalau masih menggunakan parameter pasar modal sebagai tolak ukur kinerja pemerintah seperti dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan juga kapitalisasi pasar. Kalau itu dijadikan acuan itu, ya pemerintah sendiri yang harus ikut memajukan pasar modal," ujar dia usai RUPSLB BEI di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (29/10).
Dia juga berharap rencana kerja pemerintahan sebelumnya tetap dijalankan meskipun saat ini diisi oleh pemerintahan baru. Dalam pandangannya, saat ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digawangi Menteri BUMN Rini Soemarno memiliki program baru. Namun diharapkan tetap melanjutkan rencana kerja dari menteri sebelumnya soal IPO BUMN.
"Pemerintah ini kan orangnya yang baru, jadi kalau rencana kerja itu dilanjutkan dari yang lama. Jadi program kementerian akan tetap berjalan. Seperti kementerian BUMN yang baru itu orangnya, tapi rencana kerja melanjutkan yang lama," kata dia.
Ito yakin tahun depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak lebih stabil dibandingkan tahun ini.
"Tahun depan akan lebih baik dengan pemerintah yang stabil, tinggal tunggu hasil kerja pemerintahnya saja," pungkas dia.
