Bos Pelindo: 65 Persen kapal Indonesia tidur di pelabuhan

Padatnya lalu lintas di pelabuhan dituding karena banyaknya instansi bekerja di dalam.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bos Pelindo: 65 Persen kapal Indonesia tidur di pelabuhan
Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino mengakui kondisi pelabuhan Indonesia masih tidak efisien hingga saat ini. Bahkan, dia menyebut 65 persen kapal di Indonesia tidur di pelabuhan karena antre untuk bongkar muat barang."Sekarang kapal 65 persen tidur di pelabuhan. Kondisi ini yang harus dibalik. Kalau di pelabuhan kapal itu tidak efisien karena cost saja kan. Sama kaya taksi," ucap Lino di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Rabu (10/12).Menurut Lino, kondisi ini masih terjadi karena banyaknya instansi yang bekerja di pelabuhan. Setidaknya ada 7 atau 8 kementerian ikut mengurusi pelabuhan sehingga kesulitan berkoordinasi."Ini memang terus kita perbaiki, tapi di pelabuhan ada 7-8 departemen terkait. Tidak hanya (kementerian) perhubungan, lainnya seperti BPPOM dari kesehatan, ada lingkungan hidup dan lain sebagainya," katanya.Lino berharap, dalam waktu dekat dia bersama pemerintah bisa meningkatkan efisiensi pelabuhan dan membuat lalu lintas kapal tinggi. Pasalnya, dengan semakin efisiennya pelabuhan maka akan mengundang pengusaha kapal baru ke Indonesia."Intinya di pelabuhan kalau tidak beres tidak mungkin ada kapal baru yang masuk. Ini kita kejar," tutupnya.

Rekomendasi