Kandungan komponen lokal di pembangkit listrik diperbesar

Untuk pembangkit berkapasitas di bawah 35 MW, TKDN minimal 60-70 persen. Lebih besar dari 100 MW bisa 30 persen.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kandungan komponen lokal di pembangkit listrik diperbesar
PLN. PulseFeed/Arie Basuki

Sore ini, para menteri kabinet kerja mengadakan rapat koordinasi mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang bisa digunakan dalam membangun pembangkit 35.000 MW.

Dalam rapat ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo meminta PLN tidak bergantung pada komponen impor. Indroyono menegaskan, ada dua hal yang bisa ditingkatkan kandungan dalam negerinya yakni manufaktur dan EPC (Engineering, Procurement and Service).

"Kapasitas 35.000 MW ke depan bagaimana industri nasional akan didorong untuk berpartisipasi. Sistem turbin, travo sudah dikuasai. Digarap semua kandungan lokal kita di sini," ucap Indroyono usai rapat di BPPT, Jakarta, Kamis (8/1).

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pemerintah berkomitmen meningkatkan kandungan konten lokal semaksimal mungkin. Perusahaan penggarap proyek ini harus menjalankan kewajiban ini. Karena itu perusahaan yang ikut tender akan diseleksi dengan ketat.

"Harus dilakukan seleksi yang tepat. Kita cari mana yang paling siap kita dorong. Sehingga kebijakan bisa membantu mereka," katanya.

Dalam waktu dekat Sofyan berjanji mengeluarkan kebijakan dan aturan baru untuk mendukung PLN meningkatkan TKDN terhadap proyek yang mereka bangun.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husein mengatakan untuk pembangkit yang berkapasitas di bawah 35 MW, TKDN minimal 60-70 persen. "Untuk yang lebih besar dari 100 MW seperti panel, kabel dan lain lain dalam negeri bisa 30 persen," tutupnya.

Rekomendasi