Anak buah Soeharto dukung Jokowi cabut subsidi BBM

Abdul Latief mengakui, subsidi BBM sudah ada sejak pemerintahan orde baru.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Anak buah Soeharto dukung Jokowi cabut subsidi BBM
SPBU Abdul Muis. ©2014 PulseFeed/muhammad lutfhi rahman

Pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Abdul Latief mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo mencabut subsidi BBM jenis premium. Menurut dia, anggaran negara tidak akan 'sehat' selama masyarakat masih disubsidi BBM.

"Makin subsidi dicabut, makin bagus. Tidak sehat negara itu disubsidi," ujar dia yang ditemui di Munas HIPMI, Bandung, Selasa (13/1).

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Soeharto ini menegaskan kebijakan pemberian subsidi BBM tidak perlu dilanjutkan lantaran terbukti tak tepat sasaran. Banyak dinikmati oleh kalangan mampu dan orang kaya. "Cabut saja subsidinya, biar sehat anggaran," tegas dia.

Abdul Latief mengakui, subsidi BBM sudah ada sejak pemerintahan orde baru. Namun, dia berkilah termasuk salah satu orang yang tidak setuju dengan subsidi tersebut.

"Iya memang disubsidi. Tapi saya nggak suka subsidi itu. Sebaiknya dicabut saja," kata dia.

Karena itu dia mendukung pemerintahan Jokowi mengalihkan subsidi ke program infrastruktur, pertanian dan sektor produktif lainnya.

"Sangat bagus, jelas. Yang disampaikan itu sangat program oriented. Jangan diganggu, harus didukung," ucapnya.

Rekomendasi