Banyak sektor industri memiliki kelebihan daya listrik. Kelebihan ini bisa dimanfaatkan untuk dialihkan ke kawasan industri lain yang masih kekurangan energi.
Saat ini kawasan industri di Jawa Barat mengalami kekurangan pasokan listrik. Sementara, industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah sangat kelebihan pasokan listrik. PLN bisa membeli listrik di industri Jawa Timur untuk kemudian dijual ke industri Jawa Barat.
Pemerintah pun memberi restu. Lampu hijau diberikan pada PT PLN (Persero) untuk membeli listrik dari sektor industri.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menuturkan, penjualan listrik dari sektor industri ke PLN harus sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 tahun 2015 tentang harga jual listrik PLTU kepada PLN. PLN tidak perlu meminta izin terlebih dulu kepada Kementerian ESDM.
"Banyak kawasan di bawah Kemenperin yang membangun kawasan industri, listriknya kelebihan akhirnya sudah bisa dijual ke PLN asal harga cocok, asal planingnya dari awal dibahas bersama," ujar dia yang ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (1/4).
Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman yakin langkah itu bakal mengurangi krisis listrik yang ada saat ini. Tidak dipungkiri, daya listrik yang ada di PLN masih kurang di tengah tingginya target menggenjot pertumbuhan ekonomi.
"Dengan skema industri estate bisa menjual excess power kita akan memperoleh tambahan daya listrik. Ketakutan krisis enggak ada. Karena listrik diperoleh di mana-mana," kata Jarman.
Jarman menambahkan cadangan listrik harus sebesar 20 persen dari kapasitas listrik yang ada. Sehingga, jaminan ketahanan energi listrik semakin meningkat.
"Ekonomi selalu growth nasional kan 7.000 MW per tahun. Kita lihat sistem kita 23.000 MW dengan cadangan yang ada saat ini hanya 32.000-33.000 MW kan harus ditambah begitu naik cadangan harus naik. Tidak hanya PLN, IPP atau excess power juga bisa," ucapnya.
