Wapres JK ajak pengusaha asing di Indonesia gunakan pakaian batik

Penggunaan batik dapat melestarikan lingkungan karena menghemat penggunaan energi.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Wapres JK ajak pengusaha asing di Indonesia gunakan pakaian batik
peragaan busana batik. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengajak para investor asing di Indonesia untuk mengenakan batik. Pasalnya, Indonesia yang merupakan negara tropis kerap dikelilingi udara panas."Sekarang pejabat Indonesia beralih dengan bekerja menggunakan batik. Alasannya karena (iklim) sangat tropis, bagus dan murah. Terima kasih anda menggunakan jaket (jas), tapi lain kali anda gunakan batik," ujar JK saat sambutan di acara Tropical Landscape Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (27/4).Pria asal Makassar ini menjelaskan pelestarian budaya batik di dalam negeri juga ditujukan untuk penghematan energi. JK menilai jika para pejabat terbiasa menggunakan jas maka akan terasa panas dan hal itu membuat kinerja temperatur pendingin ruangan (AC) meningkat."Batik itu tradisi kami. Kami mulai 10 tahun lalu di kabinet kami. Sebelumnya di pertemuan resmi kami menggunakan setelan (jas) tapi sekarang batik. Ketika harga minyak meningkat, satu hal kembali adalah menggunakan energi," tuturnya."Energi yang paling sering digunakan itu AC. Kenapa gunakan AC karena anda gunakan jaket (jas)," tambahnya.Saat ini, lanjut JK, ketika setiap orang menggunakan batik maka pengaturan pendingin ruangan (AC) berada di 25 derajat celcius. "Dan juga ini meningkatkan berlipat ganda bisnis di sektor batik," tandasnya.

Rekomendasi