Pemerintah telah menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 kepada DPR. Dalam RAPBN 2018, anggaran Kementerian Pertahanan diajukan sebesar Rp 105,7 triliun turun dari APBN-P 2017 yang sebesar Rp 114,8 triliun.Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn), Ryamizard Ryacudu mengatakan, tidak akan ada pengurangan program prioritas meskipun anggaran RAPBN 2018 turun."Enggak (Pengurangan). Itu nanti kan kalau ada uang lagi ya ditambah lagi nanti," ujar Ryamizard, di kantornya, Rabu (23/8).Kendati begitu, kata dia, akan ada pengadaan baru alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista). "Iya kan nanti yang tua-tua diganti," jelasnya.Dia menambahkan, anggaran untuk industri dalam negeri 2018 mengalami kenaikan menjadi 40 persen dari tahun sebelumnya hanya 20 persen."Ada ketentuan ada sekitar 40 persen kenaikan, dari dulu ketentuan anggaran 20 persen nanti akan naik. Jadi Pemerintah akan menaikkan itu supaya industri dalam negeri bisa menyerap untuk memaksimalkan," pungkasnya.
Anggaran RAPBN 2018 turun, Menhan sebut tak ada pengurangan program
Pemerintah telah menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 kepada DPR. Dalam RAPBN 2018, anggaran Kementerian Pertahanan diajukan sebesar Rp 105,7 triliun turun dari APBN-P 2017 yang sebesar Rp 114,8 triliun.
Halaman Berikutnya
Korban PHK Usia 50-an: Kisah Laura Melawan Diskriminasi Usia dan Krisis Finansial
Advertisement
Rekomendasi
