Tips Jitu Melamar Kerja Usai Lama Menganggur

Dalam perjalanan karir, mungkin saja ada waktu di mana Anda merasa perlu rehat atau jeda sejenak. Masa rehat dan tidak bekerja tersebut yang dinamakan career break atau jeda karir.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Tips Jitu Melamar Kerja Usai Lama Menganggur
ilustrasi melamar kerja. © glassdoor

Dalam perjalanan karir, mungkin saja ada waktu di mana Anda merasa perlu rehat atau jeda sejenak. Masa rehat dan tidak bekerja tersebut yang dinamakan career break atau jeda karir.

Perasaan khawatir akan kelanjutan karir setelah keputusan tersebut terbilang normal. Bahkan, kerap jeda karir pun dikhawatirkan menjadi hambatan untuk mendapatkan pekerjaan baru nantinya.

Sebab, banyak yang beranggapan akan lebih mudah mendapatkan posisi baru jika masih memiliki pekerjaan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, pandangan industri karir mengenai hal ini telah mengalami perubahan.

"Perusahaan yang semakin fleksibel, serta edukasi dan informasi yang lebih mudah diakses membuat orang memiliki pilihan yang sebelumnya tidak mereka punya. Hal ini mendorong banyak orang membuat perubahan yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan," kata General Manager Stellar Recruitment, Robbie McIlraith, dikutip JobStreet.

Perubahan ini artinya, perekrut menjadi lebih fleksibel dan memperhatikan kebutuhan orang yang disasar atau people-oriented sehingga akan memberimu kesempatan penuh untuk menjelaskan rencana karir yang ingin diraih, atau alasan adanya masa rehat kerja di resume-mu.

Periode rehat tidak seharusnya menjadi hambatan untuk mendapat pekerjaan baru. Namun, bagi sebagian perekrut dapat menjadi sebuah tanda peringatan mengenai kandidat tersebut.

Andrew South dari Agoge Recruitment mengatakan, kejujuran menjadi hal terpenting. "Akui dan ceritakan sepenuhnya mengenai rehat tersebut, siapa dirimu, dan perjalanan karirmu hingga saat ini," ujarnya.

Setelah melewati jeda karir, luangkan waktu untuk memikirkan bagaimana kamu akan merepresentasikan pengalaman jeda karir ini menjadi nilai plus yang dapat dihargai perekrut. Pertama-tama, pikirkan pengalamanmu, lalu tentukan pelajaran baru apa yang kamu dapatkan atau kemampuan apa yang terasah setelah rehat tersebut.

Keuntungan rehat kerja

Rasa takut dan khawatir akan ketidaktentuan membuat banyak dari kita enggan melakukan perubahan dalam karir. "Banyak yang menolak untuk rehat kerja karena takut akan pandangan orang lain mengenai keputusan tersebut atau tidak punya gambaran jelas tentang apa yang akan dilakukan ketika menjalani itu," ujar Sabina Read, Psikolog Tetap di SEEK.

Padahal, pada kenyataannya, jeda karir dapat memberikan banyak manfaat positif. Ketika Anda mengisi rehat kerja dengan membuat perubahan yang terarah dan bermakna, mempererat hubungan dengan orang terdekat, beristirahat dan menyegarkan fisik dan psikis kembali tanpa beban merasa bersalah, atau bahkan mencoba meraih target dan tantangan baru, artinya Anda rehat kerja dengan rasa bangga dan percaya diri yang meningkat.

"Dengan begitu Anda dapat memahami bahwa rehat ini akan memperkaya, alih-alih mengurangi, kesejahteraan mental dan masa depan karirmu sebagai karyawan."

Penting untuk membuat keputusan ini dengan penuh kesadaran. Anda tidak boleh memilih untuk rehat kerja atau menjadi pengangguran tanpa menghadapi kenyataan bahwa Anda perlu melakukan sesuatu untuk keberlangsungan hidup.

Meskipun memang lebih baik jika Anda sudah mempersiapkan rencana rehat kerja dan memikirkan cara terbaik mendeskripsikan pengalaman tersebut kepada perekrut di masa yang akan datang, Anda tidak perlu terlalu berlebihan memikirkan hal ini.

Keuntungan utama dari rehat kerja adalah Anda dapat sedikit menarik napas lega dari padatnya kehidupan kerja Anda. Ibarat gadget yang terus-terusan beroperasi, rehat di sini berperan sebagai kesempatan recharge bagimu. Setelahnya, Anda bisa menjadi lebih fit untuk kembali kerja dan menghadapi berbagai tantangan baru.

Rekomendasi