Jumat (11/9) tak hanya bersejarah bagi masyarakat Amerika yang memperingati insiden runtuhnya gedung WTC, namun juga menjadi kisah pilu bagi seluruh umat muslim di dunia. Tepat hari itu, sebuah alat derek (crane) patah dan jatuh menimpa para jemaah haji yang hendak melaksanakan salat magrib di Masjidil Haram, Makkah.
Akibatnya lebih dari sertaus jemaah haji tewas diantaranya enam warga Indonesia. Namun rupanya kejadian tragis seperti ini tak hanya sekali terjadi.
Sejak berpuluh-puluh tahun lalu, ada saja kejadian tragis yang terjadi ketika pelaksanaan haji yang menewaskan ratusan hingga ribuan jemaah haji dari seluruh dunia.
Apa saja insiden tragis tersebut? Demi membuka ingatan Anda mengenai peristiwa yang menimpa para jemaah haji, berikut PulseFeed sajikan beritanya untuk Anda:
Advertisement
Bentrok antara jemaah haji dan pasukan keamanan
31 Juli 1987, kala itu sekitar 400 jemaah haji tewas sementara ribuan lainnya menderita luka-luka. Hal ini terjadi ketika pasukan keamanan Arab Saudi terlibat bentrok dengan jemaah haji asal Iran di Makkah.
Insiden yang menewaskan ratusan jemaah haji ini berawal dari demontrasi tahunan yang memang dilakukan jemaah haji asal Iran. Mereka menentang apa yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat saat itu.
Hingga saat ini, penjagaan terhadap para jemaah haji dilakukan dengan ketat oleh otoritas keamanan Saudi. Para  petugas keamanan selalu siap siaga untuk mencegah terjadinya kembali demonstrasi ketika sedang beribadah haji.
Advertisement
Jemaah haji terinjak-injak di terowongan Al Maaisim
2 Juli 1990, merupakan kejadian memilukan bagi jemaah haji asal Indonesia dan beberapa negara tetangga. Pasalnya pada tanggal itu, ribuan jemaah haji harus meregang nyawa akibat berdesakkan dengan jemaah haji lainnya di terowongan Al Maaisim.
Sebanyak 1.426 jemaah haji meninggal dunia. Sebagian besar merupakan jemaah haji asal Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Dalam ritual keagamaan tersebut, para jemaah haji berjalan kaki melewati terowongan.
Mereka berdesak-desakkan sehingga banyak yang terinjak hingga tewas. Terowongan Al Maaisim merupakan terowongan yang menghubungkan Makkah dengan Mina dan Padang Arafah.
Advertisement
Jemaah haji Indonesia tewas kelaparan di Padang Arafah
Pada 2006 lalu, ribuan jemaah haji asal Indonesia kelaparan ketika melakukan ibadah wukuf di tengah padang Arafah. Kelaparan tersebut merebut nyawa beberapa WNI.
Para jemaah yang kelaparan mengatakan kesulitan mendapat makanan sejak sehari sebelumnya. Diduga kesulitan tersebut terjadi lantaran adanya keterlambatan akibat macetnya jalan.
Advertisement
Lempar Jumarah memakan korban di Mina
Ibadah Jumrah Aqabah atau melempar jumrah, yakni melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simboliasi pengusiran setan, juga bebarapa kali menelan korban jiwa. Insiden yang paling banyak menelan korban pada ibadah ini terjadi pada 23 Mei 1994.
Kala itu, 270 orang meninggal dunia akibat berdesak-desakkan dan terinjak-injak saat hendak melakukan ibadah Jumrah di Mina. Insiden serupa kembali terjadi pada tahun 1998, 2001, 2003, 2004, dan 2006. Peristiwa tahun 2004 menewaskan sedikitnya 251 jemaah haji.
Insiden serupa yang terus berulang membuat pemerintah Arab Saudi berbenah. Mereka merobohkan dan merekonstruksi jembatan Jamaraat dan pilar-pilar simbol setan tersebut sehingga lebih aman bagi jemaah yang menjalankan ibadah Jumrah.
Advertisement
Jatuhnya crane di Masjidil Haram
Makkah kembali berduka. Lebih dari 100 jemaah haji yang tengah melakukan ibadah salat magrib tewas akibat tertimpa crane yang digunakan untuk perluasan Masjidil Haram.
Hujan es disertai angin yang keras diduga menjadi penyebab alat derek tersebut jatuh.
Di antara korban tewas, enam orang diantaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Sementara sisanya dari Pakistan, India, dan masih belum diketahui lagi.
Insiden ini terjadi pada Jumat (12/9) menjelang magrib.
