Sedikitnya empat orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah bagian stadion di El Espinal, negara bagian Tolima, Kolombia, ambruk saat berlangsung acara adu banteng. Dari ratusan korban luka, 30 di antaranya luka parah.
"Saat ini, kami mengonfirmasi empat korban (tewas), dua perempuan, seorang pria dewasa, dan seorang anak di bawah umur, ditambah 30 orang luka parah," jelas Gubernur Tolima, Ricardo Orozco kepada BluRadio Kolombia.
"Tentu, kami telah mengaktifkan semua rumah sakit dan ambulans," lanjutnya, dikutip dari CNN, Senin (27/6).
Video yang diunggah Presiden Kolombia terpilih, Gustavo Petro menunjukkan sebuah gelanggang yang penuh dengan penonton ambruk ketika orang-orang berlarian dari area tersebut.
Wali Kota Espinal, Juan Carlos Tamayo, membenarkan insiden tersebut dalam unggahan Facebook pada Minggu, meminta warga dievakuasi dari area stadion.
"Kami sangat menyesali apa yang terjadi di area pertarungan banteng kami," ujar Tamayo.
"Saya ingin meminta semua warga yang berada di kawasan itu untuk evakuasi, pihak berwenang telah merespons tindakan darurat dan yang terluka dibawa ke rumah sakit. Tolong, ayo evakuasi, bersama-sama membantu badan kedaruratan, agar mereka bisa melakukan tugas mereka."
Belum disampaikan penyebab ambruknya stadion tersebut, tapi Tamayo mengarakan pihak berwenang telah membuka penyelidikan terkait penyebab insiden tersebut.
Menteri Kesehatan Tolima, Martha Palacios mengatakan rumah sakit setempat menerima 322 pasien yang terluka dalam insiden tersebut. Badan Pertahanan Sipil Kolombia atau Defensa Civil Colombia menyampaikan di Twitter, relawan membawa para korban luka ke fasilitas medis di wilayah tersebut.
