Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Kementerian Pertanian, bakal kembali menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) yang rutin digelar setiap tahun di Bogor pada November. Rencananya nama acara yang digagas hasil kerjasama Kementan dan IPB ini, juga berubah menjadi Festival Fruit International dengan target Indonesia menjadi produsen buah dunia."Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), FBBN yang awalnya digagas IPB di Bogor ini dibuat menjadi lebih besar yang skalanya ditingkatkan jadi internasional. Untuk nama yang lebih menjual, marketable masih dalam pembahasan. Apakah Festival Fruit Internasional atau ada yang lain. Kita masih mencari. Untuk sementara ini kita pakai FBBNInternational," ujar Ketua Panitia Penyelenggara FBBN Internasional 2016, Meika Syahbana Rusli dalam keterangan persnya di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Kamis (21/7).Dia kembali menuturkan, alasan kegiatan FBBN skalanya ditingkatkan dengan harapan kampanye buah dan bunga nusantara yang memamerkan produk-produk unggulan ini, dapat jadi sumber peningkatkan perekonomian petani. Sehingga mendatangkan pembeli internasional dari berbagai negara."FBBN bertaraf internasional diselenggarakan dengan mengekplorasi kekayaan buah dan bunga nusantara dan mempromosikan potensi ekspornya ke mancanegara, sebagai bagian dari program Gerakan Revolusi Orange,"ungkapnya.Meika mengatakan, karena menyesuaikan acara yang sangat besar dan keterbatasan tempat di Bogor, FBBN Internasional 2016 rencananya akan digelar di Jakarta. Acaranya akan berlangsung selama tiga hari yakni dari tanggal 17- 20 November 2016. "Untuk tempat masih belum pasti di mana kita dapatnya. Rencananya kalau tidak di Jakarta Convention Center (JCC), bisa di Parkir Timur, yang membutuhkan anggaran senilai Rp 5 miliar. Posnya untuk pembangunan buah. Penganggarannya dari pemerintah pusat melalui APBN senilai Rp 5 miliar," kata Meika.Ada pun jenis-jenis kegiatan internasional yang akan dilaksanakan yaitu Exhibition, Novelty (Innovative product), business matchmaking, export business coaching, dan conference. Sedangkan program nasional yaitu Fruit Contest, fruit and floriculture room decoration contest, fruitpreneur got talent, sales exhibition carnival, various competitions. Dalam kesempatan yang sama, panitia FBBN Internasional Dika Rika Kuki berharap, dari FBBN ini bisa mempromosikan lebih banyak lagi tentang potensi pertanian di Indonesia pada pelaku buah internasional."Harapan kita yang hadir nanti mengetahui Indonesia potensial buah nusantara, karena. Target Indonesia ekspor buah," imbuh Dika.Sedangkan dari sisi target, kata dia, produsen buah Indonesia dapat naik kelas yang semula dari produsen rumahan bisa jadi lebih besar."Dan kalau mau ekspor orientasi dan standarisasinya harus ditingkatkan. Beberapa buah yang sangat potensial untuk di ekspor yakni nanas, mangga, pisang, manggis, durian, salak, pala, alpukat, dan jeruk," jelasnya.Rencananya FBBNI tahun ini akan menghadirkan 500 international trade visitor, berasal dari kalangan bisnis internasional (importir/distributor/wholesaler/agent/retailer), manufacturing produsen makanan dan minuman olahan, asosiasi atau kamar dagang negara tujuan ekspor, institusi pemasaran internasional, serta institusi kerjasama perdagangan internasional. Negara-negara yang akan hadir meliputi negara ASEAN (9 negara), Asia (China, Japan, Taiwan, South Korea), Timur Tengah (UAE, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Jordan), Australia dan NZ, Eropa dan Amerika."Diperkirakan pengunjung dalam negeri yang hadir dalam acara ini sebanyak 20.000 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan, baik pelaku usaha buah dan bunga nusantara, segar maupun olahan. Termasuk berbagai sarana penunjangnya, institusi pemerintah, maupun masyarakat umum," pungkasnya.
Festival buah Internasional segera digelar di Jakarta
Agar kampanye ini dapat jadi sumber peningkatkan perekonomian petani.
Advertisement
Rekomendasi
