Ketua Umum Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel Suzanna Kaharuddin menegaskan, komitmen partainya memenangkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) pada Pilgub Sulsel 2018.
Meski berstatus partai kecil dan hanya menguasai satu kursi di parlemen provinsi, dukungan PKPI diklaimnya dapat memberikan dampak elektoral yang cukup signifikan.
Menurut Suzanna, kunci dari kekuatan PKPI terletak pada militansi kader. Terlebih, pihaknya telah memberikan pembekalan dalam rapat konsolidasi yang diikuti pengurus dan kader lingkup 24 kabupaten/kota. Simpul-simpul pemenangan dari PKPI sepakat dan solid untuk bekerja keras menggalang dukungan demi kemenangan NH-Aziz.
"Seluruh pengurus dan kader PKPI itu militan, siap berjuang memenangkan NH-Aziz. Mereka satu suara sesuai dengan keputusan partai. Intinya, ya PKPI tidak main-main dalam memberikan dukungan, kami all-out berjuang untuk NH-Aziz, di mana kemenangan menjadi harga mati," kata Suzanna yang juga anggota DPRD Sulsel tersebut.
Komitmen memenangkan NH-Aziz pun ditunjukkan dengan ancaman bagi pengurus dan kader yang membelot. Bagi kader yang tidak menaati perintah partai atau ketahuan bekerja setengah hati, sanksi tegas akan dijatuhkan.
"Ada pesan Ketua Dewan Pimpinan Nasional PKPI, Pak Hendropriyono. Kalau ada kader yang pindah ke lain hati, segera laporkan dan kita beri sanksi," tuturnya.
Bersama Golkar, NasDem, Hanura dan PKB, PKPI berstatus parpol pengusung. Total parpol koalisi Sulsel Baru itu mengantongi 35 kursi parlemen. Di luar kelima parpol pengusung, NH-Aziz juga mendapatkan suntikan 'amunisi' dari Partai Idaman dan Partai Garuda yang berstatus parpol pendukung.
"Kami sangat yakin NH-Aziz akan tampil sebagai pemenang pada Pilgub Sulsel 2018. Ya itu tidak lepas karena program-program NH-Aziz yang sangat mengena dan sesuai kebutuhan masyarakat. Gerakan Membangun di Kampung misalnya sangat diminati karena akan menjadi solusi atas permasalahan klasik terkait ketimpangan ekonomi di desa dan kota," pungkasnya.
