Mantan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Alam Mallarangeng, menyebut Nurdin Halid (NH) merupakan sosok ideal gubernur baru untuk Sulsel. Bukan hanya karena pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu mempunyai jaringan kuat dan luas di pentas nasional. Tidak kalah penting, Nurdin memiliki modal pengalaman dan kepemimpinan yang teruji.
Syamsu Alam berujar jika membandingkan pengalaman dan kepemimpinan empat kandidat pada Pilgub Sulsel 2018, maka Nurdin tidak tertandingi. Meski belum pernah menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, Nurdin memiliki jam terbang yang lebih tinggi. Itu merujuk pengalaman putra Bugis itu memimpin berbagai organisasi nasional maupun internasional.
"Kalau soal pengalaman dan kepemimpinan, Nurdin Halid tidak perlu diragukan. Pengalaman dan kepemimpinannya sudah level nasional, dimana berbagai organisasi pernah dan masih dipimpinnya," kata Syamsu Alam yang hengkang dari Demokrat dan pindah ke Golkar demi mendukung dan memenangkan NH-Aziz.
Nurdin diketahui pernah memimpin AMPI, PSM, INKUD dan PSSI. Adapun saat ini, ia masih dipercaya menakhodai Dekopin. Bahkan, Nurdin juga didaulat sebagai Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik sekaligus Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar. Bermodal pengalaman dan kepemimpinan ditambah jaringan yang kuat, Nurdin merupakan jaminan Sulsel yang lebih sejahtera.
Syamsu Alam menambahkan nilai lebih Nurdin terletak pada ketulusan membangun Sulsel. Ia rela 'turun kasta' dan menolak jabatan menteri demi membangun kampung halamannya. Ketulusan dan komitmen pengabdian Nurdin membuatnya terharu. Itu pun menjadi salah satu pertimbangan dirinya akhirnya mundur dari Demokrat yang mendukung kandidat lain.
"Saya tahu dan kenal betul Nurdin Halid. Orangnya tulus dan komitmen, makanya saat tahu beliau memutuskan untuk mengabdi membangun Sulsel, maka saya rela tinggalkan semuanya, termasuk Demokrat," ucap Syamsu Alam.
Mantan penjabat Bupati Selayar itu meyakini Nurdin melalui konsep Tri Karya Pembangunan mampu mengatasi problematika klasik di Sulsel. Mulai dari kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan yang semakin tinggi.
"Melihat fenomena itulah, Nurdin Halid terpanggil untuk membangun Sulsel, kampung halamannya. Nah, melihat itu ya pastilah saya juga ikut terpanggil membantu orang yang niatnya baik," tutup dia.
