Kendari
-
News •Jokowi: Jangan Lupa yang Namanya Pinjam Harus Ngangsur, Mencicil DisiplinPresiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan para nasabah Usaha Mikro Ultra (UMi) di Tempat Pelelangan Ikan Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/1). Jokowi mengingatkan para nasabah agar disiplin mengangsur pinjaman.
-
News •Ke Pasar Sentral Kendari, Jokowi Belanja Baju & Mainan Buat Jan Ethes-Sedah MirahPresiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ibu Negara Iriana melakukan blusukan ke Pasar Sentral Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3). Jokowi dan Iriana membelikan beberapa potong baju serta mainan untuk sang cucu, Jan Ethes Srinarendra dan Sedah Mirah Nasution.
-
News •Blusukan ke Mall Kendari, Jokowi Beli Kaus DiskonanJokowi mengatakan kaus tersebut sengaja dibelinya untuk mengikuti jalan santai yang akan diselenggarakan Sabtu 2 Maret 2019. Dia mengaku tak sempat membawa kaus dalam kunjungan kerjanya ini.
-
News •Jaksa Tangkap Tangan Sekdis Pendidikan Sultra, Uang Rp 425 Juta DisitaLD diduga meminta keuntungan 10 persen dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) Dinas Pendidikan Sultra dengan rincian Rp 102 miliar untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan Rp 80 miliar untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
-
7News •Isak tangis kerabat warnai sidang vonis Asrun dan AdriatmaIsak tangis kerabat warnai sidang vonis Asrun dan Adriatma. Asrun bersama anaknya yang juga Wali Kota Kendari nonaktif, Adriatma Dwi Putra, ditetapkan bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 250 juta.
-
5News •Asrun dan Adriatma Dwi Putra jalani sidang lanjutanAsrun dan Adriatma Dwi Putra jalani sidang lanjutan. Terdakwa kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari menjalani sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi meringankan yang dihadirkan penasihat hukum.
-
News •50 Pelajar diamankan polisi diduga hendak tawuran50 Siswa SMK serta busur diamankan usai terlibat tawuran. Sebelumnya sekelompok siswa konvoi dan melempari sekolah yang dilewati sehingga nyaris terjadi tawuran siswa antar sekolah di sekitar Jalan Ahmad Yani Kecamatan Wua Wua, Kota Kendari
-
News •Melarikan diri dari polisi, Ahok tewas usai lompat dari lantai 8Setelah itu, tim melakukan pengejaran terhadap Zakie alias Budhi Hariawan dan ditangkap di Jalan Gajah Mada, Kota Batam. Lalu, Budhi, Enda dan Yuyun dipertemukan di Polres Barelang yang mana mengaku telah disuruh oleh Aan untuk mengirim sabu ke Kota Kendari.
-
News •Kesal, adik bunuh kakak yang mabuk sambil joget di jalan rayaKesal, adik bunuh kakak yang mabuk sambil joget di jalan raya. Setelah kejadian itu pelaku yang merupakan warga Kelurahan Sukanaeyo (Pulau Makasar) itu langsung melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi.
-
News •Bea Cukai Kendari musnahkan 3,4 juta batang rokok ilegal senilai Rp 1,1 miliarDalam konferensi pers yang diadakan dalam acara pemusnahan tersebut, Untung juga mengajak masyarakat untuk tidak menjual dan mengonsumsi rokok-rokok ilegal.
-
6News •Mantan Kepala BPKAD Kendari usai jalani pemeriksaan lanjutanMantan Kepala BPKAD Kendari usai jalani pemeriksaan lanjutan. Fatmawati Faqih diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018.
-
5News •Cagub Sulawesi Tenggara jalani pemeriksaan lanjutan di KPKCagub Sulawesi Tenggara jalani pemeriksaan lanjutan di KPK. Asrun diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Kendari tahun anggaran 2017-2018. Selain itu, KPK juga memeriksa tersangka Wali Kota Kendari nonaktif, Adriatma Dwi Putra, yang merupakan putra Asrun.
-
6News •Wali Kota Kendari usai jalani pemeriksaan lanjutanWali Kota Kendari usai jalani pemeriksaan lanjutan. Adriatma Dwi Putra diperiksa sebagai tersangka terkait suap proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018 di wilayah Kota Kendari.
-
News •Kongkalikong jahat ayah dan anak buat 'amunisi' di PilkadaWali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra ditangkap KPK bersama dengan ayahnya, Asrun pada Selasa (27/2) malam lalu. Asrun adalah mantan Wali Kota Kendari dua periode 2007-2017. Kini dia mencalonkan diri menjadi calon gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).
-
News •KPK tak akan izinkan Asrun ikut kampanye Pilkada SultraKPK menangkap Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra pada Selasa (27/2) malam di rumah dinasnya. Bersama dengan itu, KPK juga menangkap ayah Adriatma, Asrun yang merupakan Cagub Sultra.
-
News •Walkot Kendari diduga meminta fee proyek diperintah Cagub AsnurWalkot Kendari diduga meminta fee proyek diperintah Cagub Asnur. Walaupun Fatmawati telah pensiun, tapi ia merupakan orang kepercayaan Asnur sejak ia menjabat sebagai Wali Kota Kendari selama 10 tahun.
-
7News •Ekspresi diam Hasmun Hamzah usai ditahan KPK terkait suapEkspresi diam Hasmun Hamzah usai ditahan KPK terkait suap. KPK resmi menahan Hasmun Hamzah bersama Cagub Sultra Asrun dan anaknya Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan mantan Kepala BPKAD Kendari Fatmawati Faqih terkait kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018.
-
8News •Resmi ditahan KPK, mantan Kepala BPKAD Kendari tebar senyumanResmi ditahan KPK, mantan Kepala BPKAD Kendari tebar senyuman. KPK resmi menahan Fatmawati Faqih terkait kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018. Dia ditahan bersama Cagub Sultra Asrun dan anaknya Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra serta Hasmun Hamzah, pemilik dan Direktur PT Indo Jaya.
-
7News •Ekspresi Cagub Sultra Asrun bersama anaknya saat resmi ditahan KPKEkspresi Cagub Sultra Asrun bersama anaknya saat resmi ditahan KPK. KPK akhirnya resmi menahan Cagub Sultra Asrun bersama anaknya Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra terkait suap proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2017-2018.
-
News •Usai diperiksa KPK, Walkot Kendari dan ayahnya disambut tangis keluargaUsai diperiksa KPK, Walkot Kendari dan ayahnya disambut tangis keluarga. Salah seorang anggota keluarga, Suardi enggan berkomentar terkait apa yang menimpa kedua tersangka. Dengan air mata yang masih mengalir, ia pun berlalu pergi saat wartawan menghampirinya.
