Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sri Haryati, menyampaikan stok pangan untuk kebutuhan Ramadan, cukup dan aman. Tidak disampaikan jumlah ketersediaan pangan yang ada saat ini.
"Mengenai komoditas pangan strategis, yakni beras, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, cabai keriting, rawit merah, dan bawang putih tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman," kata Sri di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/3).
Sri berujar, ketersediaan pangan yang cukup diharapkan mampu menjaga kestabilan harga pangan di Jakarta, sehingga inflasi selama momen Ramadan tetap terjaga.
"Sebab menurutnya, kenaikan inflasi didorong oleh kenaikan harga yang di antaranya disebabkan oleh tingginya permintaan," ujarnya.
Meski demikian, Sri menyampaikan beberapa komoditas pangan diperkirakan masih mengalami tren kenaikan harga ke depan, seiring dengan kenaikan permintaan masyarakat pada bulan Ramadan dan Idulfitri, serta implikasi dari kenaikan harga komoditas global.
"Upaya-upaya yang dilakukan ini, inflasi Jakarta tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3 persen sampai minus 1 persen," ucapnya.
Sri yang juga Wakil Ketua I TPID Provinsi DKI Jakarta memastikan, TPID Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan harga dan kecukupan pasokan untuk menjaga kestabilan harga pangan di Ibukota di tengah pandemi Covid-19.
"Untuk memastikan stok dan pasokan pangan terjaga, sekaligus memperkuat sistem logistik pangan di DKI Jakarta, tiga BUMD pangan (Perumda Pasar Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya) terus memperluas dan meningkatkan kerja sama antar daerah," ungkapnya.
"Pemprov DKI juga mengimbau agar masyarakat tetap optimis dan tidak panik untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stok pangan di pasar," imbuh Sri.
