Anas Urbaningrum baru saja memperkenalkan 'Rumah Pergerakan Indonesia' kepada publik. Sejak awal pembukaan, ormas ini banyak yang menyandingkannya dengan Partai Demokrat. Hal itu tak lepas dari kedudukan dan kontroversi Anas di dalam partai tersebut selepas kasus Hambalang.Tak main-main, Anas memilih waktu pendirian ormas bertepatan dengan pengumuman 11 peserta konvensi Partai Demokrat, Minggu (15/9). Dalam pembukaan itu, Anas kedapatan menyindir berkali-kali partai berlambang bintang mercy tersebut.Beberapa pengamat menilai, Anas memang tahu cara membela diri dan membersihkan namanya dengan memanfaatkan momentum pembukaan ormas Rumah Pergerakan Indonesia."Dia jadi memang secara sistematis sedang meng-counter opini isu yang berkembang. Dia itu ahli dalam manajemen konflik, jadi pergerakan Anas tidak bisa dilihat dalam segi parsial saja, apalagi dengan kasus internal partai Demokrat yang di dalamnya dia disingkirkan," kata pakar politik Gun Gun Heryanto saat dihubungi PulseFeed, Minggu (15/9).Berikut adalah 4 opini dan sindiran Anas yang dikumpulkan PulseFeed:
Advertisement
Rumah Pergerakan bukan milik keluarga
Anas Urbaningrum menyebut ormas baru yang dia dirikan terbuka bagi siapa saja. Dia juga menyatakan, ormas tersebut tak boleh dimiliki keluarga atau perseorangan.Hal ini seakan menyindir bekas partainya yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seperti diketahui, Demokrat identik dengan SBY. Saat ini SBY menjabat sebagai Ketua Umum, sementara puteranya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menjabat sebagai Sekjen.Pergerakan wadah yang bersifat terbuka, terbuka bagi golongan, partai, organisasi apa pun, dan perlu ditegaskan Pergerakan Indonesia tidak boleh jadi properti pribadi, keluarga, kelompok atau golongan. Tidak boleh ada klaim pribadi, keluarga, kelompok, golongan. Ini klaim bersama dari Sabang sampai Merauke, kata Anas, Minggu (15/9).Dia menegaskan, tak ada rumus keluarga dalam Ormas tersebut. Pergerakan Indonesia harus dijauhkan dari rumus, bukan pergerakan milik Anas, Anas adalah bagian dari Pergerakan Indonesia, katanya.
Advertisement
Pemenang konvensi Demokrat tidak menang
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga ikut mengkritisi soal konvensi Capres Demokrat 2014 ini. Menurut Anas, bagi pemenang konvensi akan sulit terpilih di Pilpres 2014 mendatang.Kalau cuaca politik tidak berubah, pandangan saya, siapapun pemenang konvensi capres nanti akan sulit terpilih untuk Pilpres 2014. Yang jelas siapapun pemenangnya konvensi sulit memenangkan Pilpres, ujar Anas usai deklarasi ormas Rumah Pergerakan Indonesia di kediamannya, Minggu (15/9).Komite konvensi Partai Demokrat akan memperkenalkan secara langsung 11 peserta yang telah melalui beberapa tahapan pemilihan beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilakukan agar mereka dikenal masyarakat.Pengenalan peserta konvensi ini bakal digelar mulai pukul 15.00 WIB yang dimulai dengan wawancara bersama para wartawan, kemudian berlanjut pada 19.00 WIB berupa pengenalan langsung kepada publik. Kegiatan ini dipusatkan di Puri Agung Ballroom lantai 2, Hotel Grand Sahid Jaya.
Advertisement
Pemilihan nama ormas bukan lewat konvensi
Saat memperkenalkan Rumah Pergerakan Indonesia kepada publik, Anas memaparkan alasan dipilihnya nama rumah dan kediamannya sebagai markas ormas tersebut.Mengapa rumah, karena warga pergerakan Indonesia ingin membangun suasana kekeluargaan, ingin mengutamakan spirit kekeluargaan, persahabatan yang hangat, bukan suasana kantor yang mekanik pragmatik atau oportunis. Rumah adalah spirit kebersamaan, kekeluargaan, kehangatan, sebagai satu keluarga, maka dari itu dipilih tempat ini sebagai rumah bersama pergerakan, kata Anas dalam pidatonya di kediamannya, Jalan Teluk Semangka, Blok C 9 Nomor 1 Kavling AL, Duren Sawit Jakarta Timur, Minggu (15/9).Mantan ketua umum Partai Demokrat itu mengatakan, pemilihan nama rumah dan kediamannya sebagai markas bukan melalui konvensi. Hal itu seakan menyindir konvensi Partai Demokrat.Pemilihan tidak lewat penetapan, bukan lewat konvensi, tetapi rumah ini dipilih karena kesadaran kebersamaan. Hanya itu alasannya, katanya.
Advertisement
Bukan untuk ancam Demokrat
Didirikannya organisasi massa Pergerakan Indonesia. Anas mengaku ormas tersebut tak ditujukan sebagai alat untuk menghantam musuh-musuh politiknya. Termasuk mengancam Partai Demokrat, atau dikaitkan dengan status tersangka dalam proyek Hambalang.Bukan untuk dimaksudkan menggerogoti siapa-siapa. Bukan, ini bukan isu Anas, pergerakan Indonesia ini bukan isu Anas, bukan punya pribadi Anas, ini ide bersama untuk tujuan bersama, lanjutnya.Saat peresmian Perhimpunan Pergerakan Indonesia tadi, Anas sengaja tak mengundang sejumlah tokoh di Partai Demokrat, termasuk Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono.Tidak. Dia lagi sibuk konvensi, kata Anas.
Baca juga:
Anas bikin ormas, Marzuki bilang 'ini negara bebas kok'
Anas resmikan rumahnya jadi Rumah Pergerakan
Deklarasikan ormas, Anas bicara kontroversi hati ala Vicky
Sindir Demokrat, Anas sebut Ormasnya bukan milik keluarga
Loyalis Anas kumpul di peresmian Rumah Pergerakan Indonesia
