Saksi Ahmad Zaky dalam persidangan terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Luthfi Hasan Ishaaq , mengakui membeli rumah di Jalan H Samali, Jakarta Selatan, seharga Rp 6 miliar. Tetapi, Sekretaris Pribadi Luthfi itu mengatakan rela rumahnya diberikan cuma-cuma kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu dengan alasan sebagai bentuk penghormatan karena Luthfi adalah guru mengajinya.Namun, Zaky mengatakan awalnya setelah rumah itu direnovasi akan disewakan kepada Luthfi Hasan Ishaaq . Tetapi menurut dia hal itu urung dilakukan."Tadinya mau saya sewakan, tapi enggak pernah saya ambil uangnya. Karena saya menganggap dia guru ngaji saya," kata Zaky saat bersaksi dalam sidang Luthfi Hasan Ishaaq , di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (7/10).Hakim Anggota I Made Hendra kemudian mencecar Zaky apakah alasan Luthfi menempati rumahnya lantaran tidak memiliki tempat tinggal. Tetapi, Zaky menampik hal itu."Setahu saya beliau sudah punya rumah. Mungkin beliau ingin kapasitas lebih besar karena tamunya banyak," ujar Zaky."Saya tanya sekali lagi. Itu rumah saudara atau terdakwa?," tanya Hakim I Made Hendra."Itu punya saya yang mulia," lanjut Zaky."Tanggung sendiri lho ya risikonya," sergah Hakim I Made Hendra."Siap yang mulia," jawab Zaky.
Sespri Luthfi Hasan rela rumah mewahnya ditempati atasannya
Awalnya, setelah rumah itu direnovasi, Zaky akan menyewakannya ke Luthfi. Tapi hal itu urung dilakukan.
Advertisement
Rekomendasi
