Nazaruddin akui berniat garap proyek Hambalang lewat PT DGI

Nazaruddin berdalih ngotot mendapatkan proyek Hambalang lantaran didesak Anas Urbaningrum. Tapi Anas langsung membantah.

Aryo Putranto Saptohutomo
Nazaruddin akui berniat garap proyek Hambalang lewat PT DGI
Nazaruddin di sidang Deddy Kusdinar. ©2014 PulseFeed/dwi narwoko

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengakui berniat menggarap proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang melalui perusahaan yang dia jagokan, yakni PT Duta Graha Indah. Tetapi, lanjut dia, hal itu tidak terjadi lantaran lobinya meleset.Menurut Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang terdakwa kasus proyek Hambalang, Teuku Bagus Mokhamad Noor, awalnya dia memerintahkan salah satu anak buahnya, Mindo Rosalina Manulang alias Rosa, buat melobi mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, supaya proyek menelan biaya Rp 2,5 triliun itu jatuh ke tangannya. Dia bahkan mengaku sudah merogoh kocek hingga Rp 21 miliar buat mengurus perizinan tanah dan sebagai duit pelicin kepada pihak Komisi X DPR dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.Namun, Nazaruddin berdalih ngotot mendapatkan proyek Hambalang lantaran didesak atasannya, yakni Anas Urbaningrum. "Iya itu atas perintah atasan saya yang mulia," kata Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (13/5).Meski demikian, Nazaruddin mengaku gagal mendapatkan proyek Hambalang, dan Rosa hanya mendapat jatah proyek Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Sebab, menurut dia, Wafid juga menyunat anggaran proyek menjadi hanya Rp 200 miliar. Sementara proyek Hambalang jatuh ke tangan PT Adhi Karya."Saya kemudian lapor kepada bos saya. Mas ini jadi begini. Kemudian bos saya mengatakan, 'Ya sudah ente minta balik uangnya.' Saya sampaikan sama Rosa supaya dia minta kembalikan uangnya ke Adhi Karya. Karena kalau kamu enggak minta kembali, kamu yang kena pecat," ujar Nazaruddin.Saat dikonfrontasi dalam persidangan, Anas langsung menyangkal kesaksian Nazaruddin. Dia mengatakan keterangan itu tidak benar."Tidak benar yang mulia," ujar Anas dengan tenang.

Rekomendasi