Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Serma Maryana (47) yang bertugas di Koramil Laweyan, Solo, Jawa Tengah ini merasa bangga menjadi bagian terpenting di negeri ini. Selain bertugas di Koramil Laweyan, pria kelahiran Klaten 1 April 1967 tersebut juga bertugas sebagai Babinsa (Badan Pembina Desa) di Kelurahan Pajang, Solo.Sebagai petugas Babinsa, Mariyana paham betul tugas yang diemban, yakni menjaga pertahanan dan keamanan negara."Saya bertugas sebagai Babinsa di Pajang, sejak 2009. Saya harus bertanggung jawab atas pelaporan dan pengawasan kondisi demografi, kondisi sosial masyarakat yang berdampak pada pertahanan keamanan nasional," ujar Mariyana saat ditemui PulseFeed di Koramil Laweyan, Jalan dr Radjiman, Penumping, Solo, Sabtu (14/6).Mariyana yang saat ini tinggal bersama istri dan ketiga anaknnya di Perumahan Sudimoro RT 03 RW 01, Teras, Boyolali, bertugas menjadi Babinsadi Pajang, sejak tahun 2009. Banyak pengalaman manis dan pahit yang dialami semasa terjun langsung ke masyarakat."Saya harus terjun langsung saat ada bencana banjir, gempa bumi, penyelundupan orang atau kebakaran. Saya harus ikut evakuasi, mendata dan membantu masyarakat," paparnya.Saat muncul isu miring Babinsa, yakni adanya kasus dugaan oknum yang mendata pemilih dan mengarahkan warga untuk memilih calon tertentu pada pemilu presiden mendatang, Mariyana merasa prihatin. Menurutnya, TNI harus netral, dan tidak boleh ikut berpolitik."Apapun yang terjadi, saya pribadi tetap netral. Saya tidak mau mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu capres. Karena siapapun presidennya, tugas kami tetap harus mengabdi pada negara," tegasnya.Pria yang yang masuk anggota TNI sejak tahun 1988 ini berjanji akan bersikap netral saat pilpres nanti. Dirinya hanya akan mengabdi kepada masyarakat."Saya tidak akan memihak pada siapapun. Tidak akan mendengarkan ajakan-ajakan untuk berpolitik. Ini semua pengabdian pada masyarakat, harus dilakukan dengan ikhlas dan tanggung jawab," pungkasnya.
Babinsa: Apapun yang terjadi saya pribadi tetap netral
"Saya tidak akan memihak pada siapapun. Tidak akan mendengarkan ajakan-ajakan untuk berpolitik," kata Serma Mariyana.
Advertisement
Rekomendasi
