Mantan Sekretaris Negara era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sudi Silalahi ikut bicara soal tudingan Menteri ESDM Sudirman Said. Menurut Sudi, tidak pernah ada satu surat pun yang masuk kepadanya tentang wacana pembubaran Petral saat SBY masih menjabat sebagai orang nomor satu di Tanah Air.Sudi meyakinkan jika selama 10 tahun bersama SBY, tidak pernah ada kajian tentang pembubaran Petral. Dia menjamin hal tersebut karena SBY termasuk orang yang taat administrasi."Pertama selama saya menjadi Seskab dan Mensesneg selama 10 tahun ini tidak ada surat yang masuk untuk kajian pembubaran Petral. Kedua jika ada surat yang masuk kepada Presiden, dari pelosok Tanah Air pun ke Seskab atau Mensesneg selalu terarsip dengan baik karena kami tertib secara administrasi, apalagi jika surat tersebut dari institusi kementerian ataupun Badan Usaha Milik Negara," kata Sudi dalam keterangannya, Selasa (19/5).Sudi menjelaskan, SBY sangat responsif dalam memimpin pemerintahan. Apalagi yang berkaitan dengan surat menyurat dalam kategori penting."Presiden SBY adalah orang yang sangat responsif dan correct apalagi jika ada masalah surat yang masuk ke meja Presiden sudah pasti Presiden akan bikin internal memo jika masalah tersebut penting, bisa dibawa dalam agenda rapat terbatas atau sidang Kabinet," tutur dia."Jadi jangankan sampai ke meja Presiden ke tempat saya pun tidak ada surat atau kajian tersebut," tegas dia.
Sudi Silalahi bela SBY, tak pernah ada usulan pembubaran Petral
"Jangankan sampai ke meja Presiden ke tempat saya pun tidak ada surat atau kajian tersebut," kata Sudi.
Advertisement
Rekomendasi
