Duo Sugeng jambret di Jepara babak belur dihajar massa

2 Pelaku itu menjambret pedagang mie dan bakso.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Duo Sugeng jambret di Jepara babak belur dihajar massa
Jambret bernama 2 Sugeng. ©2015 Merdeka.com

Sugeng Hadi alias Bendel (43), warga Desa Pulodarat Kecamatan Pecangaan dan Sugeng Widodo (35), warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, babak belur dihajar massa. Keduanya diketahui menjambret kalung emas dari Suharti (54), pemilik warung mie ayam dan bakso di RT 03/III, Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.Suharti (54) menceritakan, pelaku datang dengan berboncengan. Satu pelaku masih di atas motor dan satu lagi masuk ke warung berpura-pura menjadi pembeli.Namun, ketika dia hendak melayani pelaku dengan membuatkan mie ayam, justru pelaku mendorong dirinya dan mengambil kalung emas yang dia pakai."Saya didorong sampai jatuh dan berteriak minta tolong," ujar Suharti saat ditemui PulseFeed di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (27/10).Suharti menuturkan, setelah melakukan perampasan kalung, pelaku langsung keluar dan naik sepeda motor bernopol K 5811 JQ yang masih dikendarai pelaku lainnya. Kemudian, mendengar teriakan Suharti, sejumlah warga mengejar pelaku sampai dapat dan langsung menghajarnya hingga babak belur.Terpisah, Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri menjelaskan, pihaknya telah mengamankan dua pelaku jambret tersebut. Beruntung pihaknya segera datang ke tempat kejadian perkara sehingga pelaku dapat diamankan, sebelum dihabisi massa. Saat ini kedua pelaku ditahan di Mapolsek Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah."Kedua pelaku juga sempat dilarikan ke klinik kesehatan terdekat. Pasalnya, keduanya mengalami luka memar disekujur tubuh," kata AKP Bajuri usai mengamankan kedua jambret di Mapolsek Pecangaan, Kabupaten Jepara.Satu pelaku yakni Sugeng Widodo (35) merupakan pelaku jambret kawakan alias residivis. Sekitar tiga bulan sebelumnya dia baru keluar dari rumah tahanan di Kabupaten Kudus."Tiga bulan lalu saya keluar dari tahanan, dengan kasus yang sama," aku Widodo usai diamankan di Mapolsek Pecangaan.Widodo mengaku, melakukan aksinya karena ingin mendapatkan uang untuk bersenang-senang. Tampilan dengan badan bertato menunjukkan bahwa dia sebagai seorang preman.Berbeda dengan Sugeng Hadi (43). Dia mengaku baru pertama kali ini melakukan penjambretan. Namun, nasib apes menimpanya karena belum sampai menikmati hasil kejahatannya, tapi sudah dihajar massa.

Rekomendasi