Warga penasaran dengan korban longsor di Minahasa

Tiga alat berat dikerahkan buat mencari korban.

Tommy A Lasut
Oleh Tommy A Lasut - Reporter
Warga penasaran dengan korban longsor di Minahasa
Longsor Minahasa. ©2016 PulseFeed/tommy lasut

Hingga Rabu (13/1) sekitar pukul 18.30 WITA, warga masih terus menantikan proses penemuan Marthen Suatan (37), korban longsor di Desa Pineleng I Jaga VIII, Kecamatan Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara. Mereka tak sejengkal pun beranjak meski lokasi penggalian cukup berbahaya."Kami masih penasaran untuk melihat kondisi korban. Kalau sudah ditemukan baru kami bubar," kata seorang warga.Pantauan PulseFeed di lokasi longsor, sebuah alat berat ditambah buat membantu dua unit alat berat lainnya. Kali ini ekskavator dikerahkan berukuran lebih besar guna mempercepat proses pencarian.

Longsor Minahasa ©2016 PulseFeed/tommy lasut

Kedalaman galian alat berat saat ini hampir mencapai posisi korban, berada di kedalaman 17 meter dari permukaan tanah. Rencananya akan dilakukan penggalian secara manual jika capaian kedalaman telah mendekati posisi korban.Korban tertimbun tanah dan gorong-gorong saat melakukan pekerjaan menguras sumur berkedalaman 17 meter, di rumah keluarga Slamet Mashanafi, terletak di Jaga VIII desa yang sama pada Senin (11/1), sekitar pukul 15.00 WITA.Upaya pencarian secara manual dilakukan tim SAR gabungan sejak Senin pukul 17.00 WIB hingga Selasa pukul 05.00 WITA tak membuahkan hasil. Labilnya tanah di dasar sumur ditambah retaknya beberapa gorong-gorong membuat mereka menghentikan proses pencarian manual.Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Manado, Koramil PTT, Polsek Pineleng, RAPI Rescue Manado dan warga terus berupaya melakukan pencarian. Warga sekitar pun masih antusias menyaksikan detik-detik pencarian korban yang telah memiliki 2 orang anak tersebut.

Rekomendasi