Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya meningkatkan kekuatan penanggulangan bencana di Jateng. Kali ini, penambahan kekuatan datang dari tim Baznas Tanggap Bencana (BTP).
Baznas menyumbang bantuan relawan dan anggaran untuk membantu mengatasi bencana di Jateng.
Ganjar mengatakan, relawan BTP sangat membantu BNPB hingga TNI-Polri dalam menanggulangi bencana. Untuk itu, para relawan akan akan dilatih dan dibina agar tanggap menghadapi bencana.
"Mereka akan dilatih, bagaimana penanggulangan itu dilakukan, maka saya titipkan dari awal bagaimana mitigasi seperti apa, menggunakan peralatan seperti apa, sampai kemudian mereka di lapangan mereka bisa operasi," tuturnya di Villa Alamanda, Beji, Tawamangu, Karanganyar, Selasa (28/6).
Ganjar mengatakan, Baznas tidak hanya bertugas untuk mengumpulkan zakat, infak dan sedekah. Namun, kata Ganjar, Baznas punya peran penting dalam mengimplementasikan program tanggap darurat, termasuk bencana alam.
"Kita semuanya mencoba untuk mendorong, mengisi ruang-ruang kekurangan yang bisa dilakukan dan ternyata kalau orang bicara Baznas ini soal kelola zakat, infak, sedekah, tapi dalam implementasinya tidak," imbuh Ganjar.
"Kita membantu mereka yang membutuhkan, bahkan ada yang tidak hanya butuh dari sisi charity saja mereka dikasih, tapi ada yang produktif, pelatihan, sampai penanggulangan bencana," sambungnya.
Advertisement
Sementara itu, Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji menyebut pihaknya telah memberikan 15 persen dari total anggaran untuk penanggulangan bencana. Ahmad mengatakan, sebagian digunakan dalam bentuk pelatihan.
"Baznas menjadikan tanggap bencana sebagai suatu program bahkan kami sudah meminta setiap Baznas (daerah) sudah siap anggaran 15 persen untuk bencana dan termasuk (menggelar) pelatihan ini," katanya.
Adapun Baznas Jateng saat ini sedang menggelar pelatihan untuk 110 komandan dan relawan dari kabupaten kota se-Jateng. Pelatihan ini bekerjasama dengan Politeknik Akbara Surakarta dan digelar mulai 28 Juni - 1 Juli 2022 mendatang.
