Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi sorotan setelah menjadi kandidat tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Namun, stadion yang menjadi legacy Anies Baswedan itu mendapatkan beberapa catatan sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan untuk merenovasinya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, salah satu kekurangan JIS untuk menggelar U-17 adalah akses masuk penonton yang terbatas.
JIS sendiri dirancang hanya memiliki dua pintu masuk, yaitu ramp barat dan timur. Selama ini hanya ramp barat yang dibuka untuk akses publik.
Ramp timur sendiri mengarah ke sebuah waduk dan tak terhubung dengan jalanan. Aksesnya pun terhalang pepohonan sehingga pengunjung yang datang harus kembali ke ramp barat atau berjalan ke arah parkiran jika ingin keluar dari JIS.
Berbeda dengan ramp timur, pintu ramp barat terhubung dengan Taman BMW dan Halte Transjakarta JIS. Di samping halte, sudah nampak Jalan Danau Sunter Barat tempat kendaraan lalu-lalang.
Advertisement
Beberapa warga sekitar mengungkapkan, di area selatan JIS dekat dengan ramp timur sebenarnya direncanakan untuk dibantu akses masuk ke dalam stadion.
Namun, area tersebut merupakan kompleks perumahan dan warga di situ menolak memberikan lahannya untuk pembangunan JIS. Akibatnya, mereka harus menutup akses bagi pengunjung dengan sebuah seng.
Kemarin, Selasa (4/7), Basuki, Erick dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotejo pergi meninjau JIS.
Hasil kunjungan tersebut, Basuki mengungkapkan bahwa akses masuk ke JIS akan ditambah sebanyak lima pintu.
"Kemudian akses ke stadion, yang ada eksisting sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya ya, security-nya, apalagi di lingkungan penduduk," kata Basuki setelah meninjau JIS.
Advertisement
Basuki tidak merinci seluruh akses yang akan dibangun tersebut. Ia hanya mengungkapkan bahwa Kementerian PUPR akan membangun JPO dari Ancol ke JIS.
Selain itu, ia menyebut bahwa Jasa Marga akan membangun ramp dari Tol Harbour Road langsung menuju JIS. Maka dari itu, dua akses baru ini akan berpusat di area utara JIS.
"JPO yang ke Ancol dari PU. Kemudian ramp dari Jasa Marga. Jadi semua keroyokan," ujar Basuki.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa Pemprov juga akan turut andil membangun akses baru.
Nantinya, Pemprov DKI akan membangun JPO di dekat Stasiun KRL JIS sementara yang berada di sisi timur.
"Untuk stasiun sementara, saat ini progresnya sudah selesai pembangunan peron. Yang akan dilanjutkan adalah pembangunan JPO," ujar Syafrin.
Advertisement
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menjelaskan, JPO tersebut nantinya juga akan menghubungkan ke parkiran di Ancol sisi timur.
"Sisi timur akan kami buka dari samping lapangan lari, keluar langsung menyeberang rel, tembus (Jalan) Martadinata. Nah nanti ada jembatan penyeberangan yang langsung ke parkiran Ancol di sisi timur," jelas Iwan.
"Nah ada lahan yang mau kita ini kan dengan Ancol dekat Karnaval, itu area parkir tambahan bisa 1.000 mobil lebih. Nanti orang enggak perlu nyebrang, bisa langsung ke JPO itu. Nah kami Pemprov, Jakpro menyelesaikan sisi timur utara yang ada stasiun, yang ada tembus Karnaval," sambungnya.
Karena akses baru dari Pemprov DKI hanya berada di bagian utara dan timur JIS. Tak ada satu pun pihak yang mengungkapkan akan membangun di sisi selatan, tempat warga perumahan menolak memberikan lahan mereka.
