PNBP Imigrasi Tembus Rp 6,5 Triliun per 10 Agustus, Begini Komposisinya

Pendapatan Imigrasi mencapai Rp 6,5 triliun hingga 10 Agustus 2026. Dirjen Hendarsam membeberkan sumber penerimaan dan target tahun ini. Simak rinciannya.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
PNBP Imigrasi Tembus Rp 6,5 Triliun per 10 Agustus, Begini Komposisinya
Dirjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Hendarsam Marantoko paparkan perolehan PNBP hingga 10 Agustus 2026. (Liputan6.com/ Rifqy Alief Abiyya)

Direktorat Jenderal Imigrasi di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mencatat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 6,5 triliun hingga 10 Agustus 2026. Penerimaan ini bersumber dari berbagai layanan keimigrasian, dengan kontribusi terbesar datang dari layanan visa.

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyebut capaian tersebut menjadi salah satu penyumbang PNBP terbesar di lingkup kementerian/lembaga (K/L) dan naik 6,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hendarsam juga mengungkap target PNBP yang ditetapkan Kementerian Keuangan sebesar Rp 8,5 triliun pada tahun ini. Dengan realisasi Rp 6,5 triliun per 10 Agustus, pencapaiannya setara 76,81 persen dari target. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Media Brief di Ditjen Imigrasi, Rabu (12/8/2026).

Visa Sumbang 54,9 Persen dari PNBP Imigrasi

Kontribusi terbesar PNBP Imigrasi berasal dari layanan visa, yakni Rp 3,5 triliun atau sekitar 54,9 persen. Layanan paspor menyusul dengan porsi 24,6 persen senilai sekitar Rp 1,6 triliun. Adapun layanan keimigrasian lainnya menyumbang 20,5 persen atau kurang lebih Rp 1,3 triliun.

Menanggapi capaian tersebut, Hendarsam menekankan bahwa situasi global masih memengaruhi arus keluar-masuk orang ke Indonesia. Namun, realisasi PNBP tetap tumbuh dan sudah melewati titik Rp 6 triliun.

"Alhamdulillah, di tengah situasi global yang sangat memengaruhi sebenarnya jalur lalu lintas orang yang keluar masuk di Indonesia, kita saat ini sudah mencapai, per Agustus, per 10 Agustus 2026, kita sudah PNBP kita sebesar Rp 6,5 triliun, ya. Jadi kurang lebih Rp 6,5 triliun kita sudah menghasilkan PNBP," kata Hendarsam dalam Media Brief di Ditjen Imigrasi, Rabu (12/8/2026).

Target Rp 8,5 Triliun, Optimisme di Empat Bulan Terakhir

Dengan realisasi 76,81 persen dari target, Ditjen Imigrasi menilai sisa empat bulan ke depan krusial untuk mengejar Rp 8,5 triliun yang ditetapkan Kementerian Keuangan. Hendarsam menyatakan optimistis, merujuk pola historis penerimaan pada kuartal akhir.

Menurutnya, periode akhir tahun lazimnya menjadi masa produktif bagi layanan keimigrasian seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang.

"Merefleksi dari tahun-tahun sebelumnya, ya, empat bulan terakhir ini merupakan waktu-waktu yang cukup produktif bagi kita di sektor PNBP karena ini adalah waktu-waktu libur biasanya, ya. Jadi, di peak season ini, peak season-nya di sini," tuturnya.

Klaim Layanan Masuk Deretan Terbaik di Asia

Hendarsam mengklaim layanan keimigrasian Indonesia berada di jajaran terbaik di Asia. Dari sisi teknologi dan pelayanan, ia menilai Indonesia hanya sedikit tertinggal dari Singapura.

"Indonesia mungkin imigrasinya salah satu yang terbaik, lah. Kita bisa mengklaim kita salah satu yang terbaik dari sisi teknologi, dari sisi pelayanan," kata Hendarsam.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi Indonesia berbeda dengan Singapura karena negara tersebut memiliki wilayah geografis yang jauh lebih terbatas. Sementara itu, Indonesia memiliki wilayah geografis yang sangat luas.

Rekomendasi